UPK Sebar Profil Kelompok SPP Bermasalah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » UPK Sebar Profil Kelompok SPP Bermasalah

UPK Sebar Profil Kelompok SPP Bermasalah

Written By Admin Raka on Rabu, 21 Februari 2018 | 17.00.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Pengelola Unit Pengelola Kegiatan (UPK)  Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) Gema Lembayung Kecamatan Lemahabang, merilis profil sejumlah Kelompok Simpan Pinjam Perempuan Usaha Ekonomi Produktif (SPP UEP) ke desa-desa. Pasalnya, selain setoran yang macet akibat beragam faktor, sejumlah ketua kelompok juga semakin sulit dideteksi keberadaannya.
Ketua UPK Gema Lembayung Kecamatan Lemahabang, Ahmad Sapei A.Md mengatakan, dari 102 Kelompok SPP, 20 diantaranya menunggak dengan rata-rata Rp 10 - 30 jutaan. Beragam faktor sebut pria yang akrab disapa Alex ini, menjadi sebab macetnya setoran dari anggota maupun ketua kelompoknya, seperti uang terpakai arisan, biaya kuliah dan keluarga sakit, bahkan juga ada yang memang sudah tidak mau membayar setoran dengan saklek.
Berdasarkan itu, lanjut dia, Surplus UPK yang di capai Rp 150 jutaan ditahun 2016, merosot drastis ditahun ini yaitu dibawah Rp 100 jutaan, bahkan total kolektabilitas akibat tidak koperatifnya para ketua kelompok bayar setoran, kolektabilitas V mencapai Rp 1 Milyar lebih. "Dari 102 kelompok ada sekitar 20 kelompok yang menunggak setoran," katanya.
Lebih jauh Alex menambahkan, karena semakin sulitnya penagihan, atas inisiatif dan permintaan antara UPK dengan sejumlah Kades, pihaknya buatkan profil rilis ketua dan anggota kelompok. Mulai dari foto yang disortir dari media sosial, alamat lengkap, jumlah pinjaman dan total tunggakannya.
Tidak cuma itu,  Sapei juga akan sebarkan rilisan itu kesemua Kepala Desa di Lemahabang agar ditindaklanjuti, sebab, kades adalah tokoh yang faham medan dan karakteristik masyarakatnya semoga saja, lewat profil ini jitu bisa mengantisipasi kelompok bermasalah tersebut. "Kita buat rilis profil kelompok bermasalah dan harus di sebar nanti di desa-desa," ucapnya.
Lebih jauh ia menambahkan, ketua Kelompok padahal sudah diberikan honor dari setiap setoran sebesar 0,75 persen, namun tetap saja, rata-rata yang jadi keluhannya adalah di ketua kelompoknya. Sebab  banyak anggota sudah bayar setoran tapi justru terpakai ketuanya, bahkan hal ini bisa dikategorikan penggelapan. Bisa saja, pihaknya membawa tunggakan ini ke ranah hukum secara tegas, namun asas UPK yang mengedepankan pemberdayaan dan persuasif maka pihaknya mengutamakan hal itu, disamping sebelumnya pihak UPK juga selalu membuat tim penyehat untuk mengatasi penunggak dari para kelompok tersebut. "Tindakan kita penuhi tahapan kekeluargaan dulu, karena landasan UPk adalah pemberdayaan dan persuasif, bisa saja nanti kita mengarah ke penegak hukum," pungkasnya. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template