Turap Karyamakmur Hanya Bertahan 1 Tahun - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Turap Karyamakmur Hanya Bertahan 1 Tahun

Turap Karyamakmur Hanya Bertahan 1 Tahun

Written By Admin Raka on Sabtu, 17 Februari 2018 | 17.00.00

BATUJAYA, RAKA- Turap sepanjang 236 meter di Desa Karyamakmur, Kecamatan Batujaya hanya bertahan satu tahun. Akibatnya, warga kembali tergenang air saat hujan deras turun.
Khotib (42) warga Dusun Telukampel, Desa Karyamakmur, mengatakan, pembangunan turap ini memang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena bisa menahan luberan air got masuk ke pemukiman warga. Mengingat, sebelum turap dibangun, tak jarang luberan air menggenangi pemukiman warga. Namun sangat disayangkan, kenyamanan masyarakat hanya bisa bertahan 1 tahun saja. "Kenyamanan masyarakat terhindar dari banjir cuma satu tahun. Abisnya turapnya juga sudah rusak lagi. Gak ada penahan luberan air got," ucapnya, kepada Radar Karawang, Jumat (16/2) kemarin.
Ketidak seriusan pemborong terlihat dari bagian fisik turap yang cepat rusak, bagaimana tidak, sisa adukannya pun diduga asal-asalan. Dibuktikan dengan sisa bongkahan turap yang rusak didapati pasir tanpa semen. Padahal, turap tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat, mampu menampung debit air hujan. "Biasanya kalau hujan 3 jam aja sudah banjir. Dan selama setahun 2017 banjir di kita tidak terlalu parah, sedangkan untuk musim hujan saat ini yang baru saja di mulai, banjir tersebut sudah menggenangi area pemukimam warga," ujarnya.
Kepala Desa Karyamakmur Hartasim menuturkan, program turap yang berada di desanya tersebut hasil dari aspirasi anggota dewan provinsi melalui pemborong asal Cilamaya sekaligus mantan Kades Sukamulya. Sebelum kerusakan separah ini, sebelumnya dirinya sering meminta pihak pengawas untuk mengontrol keadaan turap yang sudah di bangunkan di desanya. Karena sering mengalami kerusakan, pihak pemborong pun seringkali membenahi dengan menambalnya. Hal tersebut dilakukan karena banyak aduan dari masyarakat yang mengeluh. "Sebelunya memang sering rusak. Namun masih bisa diperbaiki. Namun untuk saat ini rusaknya sudah parah," katanya.
Selain banjir kembali dirasakan masyarskat Desa Karyamakmur, area pesawahan pun tidak bisa ditanami akibat luapan banjir. Bagaimana tidak, terdapat lubang besar di pembangunan turap yang baru satu tahun dibangun  tersebut. Dirinya mengaku bingung jika harus membenahi sendiri, memakai dana pribadi pastinya memerlukan dana besar. Dan tidak bisa juga dibenahi menggunakan dana desa (DD) maupun (ADD). "Khawatir tumpang tindih anggaran, tapi di sisi lain masyarakat memerlukannya," keluhnya.
Lebih parahnya, pembangunan turap tersebut berbarengan dengan normalisasi sipon yang menjadi titik tumpu 3 desa yang hingga saat ini tidak pernah tersentuh. Ipung sapaan akrab Hartasim mengaku jengkel juga dengan pemborong tersebut. Mengingat, 2 kebutuhan masyarakatnya tidak dikerjakan dengan benar. Dirinya berharap kepada dinas terkait bisa membantu memecahkan permasalahan tersebut, agar tidak berlarut-larut, karena sudah menjadi kebutuhan masyarakat Desa Karyamakmur agar terhindar dari banjir, minimal mengurangi kadar banjir. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template