Tidak Ada Saluran Pembuang, Monumen Rawagede Tergenang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tidak Ada Saluran Pembuang, Monumen Rawagede Tergenang

Tidak Ada Saluran Pembuang, Monumen Rawagede Tergenang

Written By Admin Raka on Senin, 05 Februari 2018 | 16.15.00

RAWAMERTA, RAKA- Air hujan menggenangi taman makam monumen Rawagede, kondisi ini dikeluhkan pengunjung maupun pengurus monumen. Pasalnya, genangan tersebut akibat tidak adanya saluran pembuang.
Menurut salah satu pengunjung monumen Rawagede, Buldani (28) asal Tegalwaru, dirinya sangat menyayangkan atas genangan air yang membanjiri kuburan di monumen Rawagede, mengingat tempat tersebut meruapakan bukti sejarah pahlawan nasional asal dari Karawang yang harus dilestarikan bersama. Juga, monumen Rawagede tersebut merupakan salah satu saksi bagaimana kerasnya para pahlawan saat memperjuangkan kemerdekaan. "Ini bukti kerja keras pahlawan yang harus kita jaga, maka dari itu saya datang ke sini mau tau bagaimana isi ceritanya. Dan setelah ngobrol-ngobrol sama sejarawan yang menuliskan sejarah ini, ternyata Karawang mempunyai andil besar terhadap kemerdekaan. Maka dari itu harus kita jaga bersama," tegasnya.
Di katakan salah satu pengurus monumen Rawagede, Kamon (62), dalam beberapa tahun terakhir, monumen Rawagede sering kali di landa banjir. Hal tersebut akibat saluran pembuang monumen yang mampet, sehingga genangan air tidak bisa keluar dan menggenangi seluruh kuburan yang ada. "Tadinya mah enggak banjir kaya gini waktu drainasenya masih di buka, sekarang saluran pembuangnya ke tutup sama yang punya bangunan pabrik penggilingan padi. Dan kita gak bisa apa-apa karena itu memang kebon miliknya," keluhnya kepada Radar Karawang, Minggu (3/2) kemarin
Meskipun tergenang, tidak banyak yang bisa di perbuat oleh para pengurus. Karena lahan yang digunakan untuk saluran pembuang merupakan lahan milik orang lain, dan hanya bisa menunggu kering dengan rembesan.
Di tempat yang sama, sejarahwan asal Desa Balongsari, Sukarman, membenarkan bahwa seluruh kuburan monumen Rawagede sempat di genangi air hujan pada, Sabtu (3/2). Padahal, hal tersebut tidak akan terjadi jika si pemilik tanah bersedia memberikan kesempatan kepada para pengurus monumen untuk membenahi drainase tersebut. Karena monumen ini merupakan tempat bersejarah yang sudah internasional, apalagi sebagai tuan rumah yan bisa semestinya ikut bangga.
Dirinya berharap, Pemerintah Kabupaten Karawang ikut melestarikan tempat bersejarah ini dengan melakukan pelebaran atau pembebasan tanah di sekitar monumen. Agar peninggalan sejarah perjuangan pahlawan kemerdekaan ini bisa tetap terjaga dengan baik. "Saya juga berharap kepada Pemkab Karawang untuk bisa melakukan pelebaran tanah monumen, toh ini menjadi kebanggaan Karawang yang sudah melahirkan salah satu pahlawan nasional," harapnya.(rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template