Tidak Ada Anggaran Benih Tahun Ini - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tidak Ada Anggaran Benih Tahun Ini

Tidak Ada Anggaran Benih Tahun Ini

Written By Admin Raka on Rabu, 07 Februari 2018 | 16.45.00

MAJALAYA, RAKA - Jika curah hujan masih mengguyur di Kecamatan Tempuran, Cilamaya dan
Telagasari, dipastikan banjir masih tetap menggenangi lahan pertanian di wilayah-wilayah tersebut. Untuk itu, sebagai upaya antisipasi gagal tanam setelah persemaian dan tanam digolongan air 3, 4 dan 5 wilayah hilir, Dinas Pertanian didesak segera menurunkan bantuan benih bibit gabah bagi petani yang hendak tanam ulang dan persemaian.
Hal itu dikatakan Anggota Komisi B DPRD Karawang Mulya Syafari saat reses bersama Kepsek sekecamatan Lemahabang di Pemancingan RM H Maman Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Selasa (6/2). Kades Pancakarya, Atta Sutisna Jilun mengatakan, Dinas dan Pemkab dimintanya agar meninjau lautan di Layapan, karena ratusan hektar sawah dibahu kanan dan kiri jalan sudah terendam banjir. Bahkan sebagiannya sudah tanam. Pengadaan benih diperlukan untuk mengganti tanaman yang diperikan membusuk setelah terendam tiga hari terakhir. "Cadangan benih dari mana petani, maka Pemkab harus menggantinya segera," katanya.
Menurut anggota Desan Partai PBB ini, petani sudah kadung sawahnya banjir dibeberapa lokasi seperti Tempuran, Telagasari dan Cilamaya. Karenanya, ancaman membusuknya tanaman paska banjir mulai dirasakan para petani, baik di masa persemaian maupun yang sudah ditandur akibat luapan saluran pembuang. Petani membutuhkan benih baru yang berkualitas untuk antisipasi gagal tanam. Karenanya, Dinas Pertanian dimintanya agar segera turunkan benih agar bisa ditanam ulang, sekaligus juga bisa memberikan imbauan batas tanam yang baik untuk memastikan cuaca sudah kembali normal. "Kita mendorong agar dinas segera turunkan benih, karena kondisi sawah sudah banyak yang gagal tanam," katanya.
Lebih jauh Mul menambahkan, banjir yang beberapa hari terakhir membuat areal pesawahan rusak, diakibatkan bebrapa saluran air yang macet dan dangkal. Cibulan-bulan misalnya, disana pengerukan dibagian utaranya masih belum tuntas, begitupin saluran air di Jayanegara - Manggungjaya, ada sodetan yang lama tidak difungsikan lagi.
Sehingga jika dibiarkan tidak dibuka kembali sodetannya, banjir dengan benturan jalan cor yang tinggi, bisa lambat mengalir yang muaranya tetap ke Cibulan-bulan. Oleh karenanya, Komisi B siap mendorong, agar kiranya BBWS, PJT maupun PUPR agar bersinergi untuk menuntaskan pengerukan dan normalisasi. "Semoga saja pengerukam juga segera cepat ditanggapi, kondisinya sudah harus cepat direalisasikan," pungkasnya.
Disaat Desakan Komisi B agar petani segera diturunkan benih, Kepala Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan (Distanhutbunak) Ir Hanafi Chaniago mengaku, bahwa tahun 2018 ini, pihaknya sama sekali tidak menganggarkan bantuan benih yang gagal tanam. Namun, pihaknya mengupayakan, agar petani yang gagal tanam akibat banjir bisa diantisipasi melalui Asuransi Usaha Tanaman Padi (Autp) yang melalui Jasindo.
Kementan hanya menunjuk Jasindo untuk asuransi pertanian dan 80 persen disubsidi atau Rp 146 ribu di bayar Kementan. Sementara petani hanya bayar Rp 36 ribu per hektar dengan klaim Rp 6 juta perhektar. Namun,  kalaupun ternyata belum masuk asuransi, pihaknya juga masih berupaya minta tambahan bantuan benih ke Kementerian Pertanian khusus yang gagal tanam. Sejauh ini sambung Hanafi, pihak Dinas masih menyisir data kepastian jumlah sawah yang terdampak banjir, yang gagal tanam baik dipersemaian maupun paska tandur. "Kita tidak ada anggaran bantuan benih yang gagal tanam tahun 2018 ini," ucapnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template