Teknik Penyemprotan Wereng Keliru - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Teknik Penyemprotan Wereng Keliru

Teknik Penyemprotan Wereng Keliru

Written By Angga Praditya on Sabtu, 03 Februari 2018 | 15.45.00

Dinas Pertanian: Jangan Hanya Bagian Atas Saja 

KUTAWALUYA, RAKA- Dalam pertemuan dengan para petani Kecamatan Kutawaluya, Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Wawan Kuswandi, memberikan pemahaman kepada para petani yang sawahnya mengalami gagal panen akibat di serang hama Wereng Batang Cokelat (WBC), agar melakukan penyemprotan secara menyeluruh, tidak hanya bagian atas tanaman saja.
"Dalam membasmi hama wereng itu jangan hanya menyemprot bagian atas saja, karena yang saya perhatikan banyak petani melakukan seperti itu. Posisi wereng itu kan di bawah, di area batang padi. Harusnya kita semprot bagian yang ada werengnya," ujarnya, di kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pertanian Kecamatan Kutawaluya.
Yang menjadi kendala, lanjut dia, dirinya pun menyadari, jika kuli semprot dalam melakukan penyemprotan bukan tidak memahami hal tersebut. Hanya saja seorang kuli ketika bekerja memperhitungkan luas area lahan. Semakin banyak lahan, semakin banyak pula bayarannya. Tentu saja hal ini yang harus diperhatikan, agar pengelolaan kuli tersebut bukan hanya memperhitungkan luas area. Namun kerapihan dalam menyemprot. Keberadaan hama wereng saat hinggap di batang padi, tepat berada di bawah tidak jauh dengan air. Namun, penyemprotan di lakukan hanya di bahian atas. Jelas saja yang di lakukan para petani di nilai sia-sia. Karena tidak tepat sasaran kepada hama werengnya langsung. "Intinya saat nyemprot itu jangan kaya terbang, tapi di bawah tepat di tempatnya hama wereng itu, jangan sampai uang dan tenaga kita terbuang percuma," ujarnya.
Berbagai jenis hama yang menjadi musuh petani, namun wereng ini salah satu hama yang sulit di kendalukan. Dan bukan tanpa solusi, artinya tanaman padi petani masih bisa di selamatkan jika di perhatikan cara membasminya dengan benar dan tepat sasaran. Namun yang paling parah ini yaitu virus zonk, semacam virus ini masih menjadi  musuh petani yang sangat susah di kendalikan, khususnya petani padi. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template