Tangkal Isu SARA di Pilkada - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tangkal Isu SARA di Pilkada

Tangkal Isu SARA di Pilkada

Written By Admin Raka on Sabtu, 24 Februari 2018 | 13.30.00

Mahasiswa Gelar Diskusi

PURWAKARTA,RAKA- Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Purwakarta menggelar Diskusi Publik Pilkada serentak dengan tema Pilkada 2018 Berkualitas Tanpa Isu SARA, di aula Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purwakarta, Jum'at (23/2). Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Bidang Pemuda Disporaparbud dan melibatkan pemilih pemula yang berasal dari Forum OSIS-MPK Purwakarta, SMKN 1 Purwakarta, SMAN 1 Purwakarta, SMAN 1 BBC dan mahasiswa dari STIES Darul Ulum, STIE DR KHEZ Muttaqien dan Polibisnis Purwakarta.
Panitia pelaksana kegiatan, Nurdin Cahyadi mengatakan, kegiatan tersebut ditujukan sebagai sarana untuk lebih mengetahui tentang pilkada yang akan digelar bulan Juni mendatang. "Pilkada serentak untuk memilih pilihan yang tepat, karena sejatinya pemilihan akan berpengaruh pada kepemimpinan di daerah maupun di Jawa Barat," jelas dia, kepada wartawan.
Kegiatan tersebut juga diisi oleh Ujang Abidin Komisioner Panwaslu Kabupaten Purwakarta, Ahmad Arif Imamulhaq Bidang Kepemudaan Disporaparbud dan Dadan Komaru Ramdan, mantan Ketua KPU Kabupaten Purwakarta. Dalam pemaparannya, Ujang Abidin menjelaskan, proses pilkada harus tetap dikawal oleh seluruh masyarakat, karena itu panwas bekerja sama dengan pramuka dan departemen agama (Depag) terkait mensukseskan jalannya pilkada. "Karena pilkada adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya tanggung jawab panwas dan KPU. Kita juga harus mengetahui apakah kita sudah terdaftar dalam kategori pemilih atau belum. Ini penting jangan sampai setelah hari H tidak terdaftar lalu teriak-teriak," jelas dia.
Ia juga mengatakan, harus mengetahui batasan-batasan kampanye, seperti kapan boleh kampanye atau tidak bolehnya, lalu dimana saja tempat diperbolehkan kampanye, guna menangkal kecurangan yang bisa saja terjadi dalam pilkada. "Politisasi SARA dan money politic, merupakan indikasi tindakan kecurangan yang tidak boleh hadir dalam proses pemilukada yang berkualitas," imbuhnya.
Sementara Dadan Komaru Ramdan menjelaskan, politik seperti mendagangkan dagangan yang harus dipasarkan atau dipromosikan. "Setiap perusahaan pasti memberikan produk emosional seperti seseorang lebih memilih Samsung, karena ada produk emosional di sana. Begitupun dalam dunia politik namun produk emosional di dalam politik sampai dengan tingkat fanatis," terang Dadan.
Seperti dalam isu sara, lanjut dia, kalau tingkat fanatisme sudah muncul, maka yang ada adalah nalar dikebelakangkan sehingga seseorang memilih pemimpin melihat bahwa pemimpin adalah bagian dari dirinya. Tetapi, bukan lagi persoalan visi misi yang dikedepankan. "Kita harus memunculkan apresiasi kepada orang lain untuk memilih calon pilihannya, jangan akhirnya dipaksa-paksa membuat orang menjadi kesal. Biarkan orang memilih dengan damai, sehingga tak ada lagi pemilihan tanpa konflik. kita dilindungi undang-undang cuma persoalannya aturan tersebut dianggap semua memahami padahal kita tak tahu yang pada akhirnya pemimoin berkualitas tidak ada, isu sara makin menguat karena kita tidak tahu peraturannya," tuturnya.
Disisi lain, Ahamd Arif menuturkan, menuju pilkada damai ialah melakukan cara yang damai dalam melakukan pemilihan. "Kedamaian dan keamanan itu urusan hati kita. selanjutnya yang berkualitas harus punya nilai. Sara kalau diungkit dalam pilkada akan memicu konflik isu itu yang tidak kita harapkan. Kita bukan hanya memilih tapi kira harus bertanggung jawab atas semua pilihan kita," pungkasnya. (cr2)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template