Tanggung Jebol Cuma Ditambal Karung Pasir - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tanggung Jebol Cuma Ditambal Karung Pasir

Tanggung Jebol Cuma Ditambal Karung Pasir

Written By Admin Raka on Selasa, 27 Februari 2018 | 12.30.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Tanggul Sungai Cilamaya yang jebol akibat dibukanya pintu air Barugbug, mulai dibenahi Senin (26/2) pagi. Namun, tanggul tersebut hanya ditambal oleh karung berisi pasir.
Kades Mekarmaya H Herman mengatakan, jauh-jauh hari pihaknya sudah sering menyampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang dan pejabat terkait, jika tanggul tersebut rawan jebol. Karena tekstur tanah sudah semakin menipis. Namun, upayanya itu tidak pernah digubris. Akibatnya tanggul di dekat Jembatan Hegarmanah, Gang Opet, Dusun Pangkalan, Desa Mekarmaya, jebol saat air dari kiriman pintu air Barugbug dibuka. Dampaknya terasa kemana-mana. Mulai dari sejumlah sawah, daratan dan akses jalan di Desa Cilamaya terendam. "Saya sudah berulangkali mengajukan segera dibuat dulu tanggul manual. Tapi jarang digubris. Akibatnya ya seperti sekarang ini," tuturnya.
Parahnya, sesal Herman, masyarakat sekitar bantaran sungai kurang peduli terhadap kondisi tanggul. Semisal ikut serta membuat tanggul manual. "Kalau banjir sikap masyarakat beda, selalu memojokan pemerintah desa," tuturnya.
Kades Cilamaya Kuswaedi mengatakan, saat gotong royong membuat tanggul manual, dia bersama aparat ikut membantu walaupun tanggul sungai yang jebol itu berada di Desa Mekarmaya. Sebab, dampak dari jebolnya tanggul di Pangkalan membuat desanya kebanjiran. "Saya ikut dan kerahkan aparat desa, karena tanggul yang jebol banjirnya sampai ke desa saya," ungkapnya.
Camat Cilamaya Wetan H Hamdani mengatakan, mengantisipasi banjir susulan, pihaknya melakukan gotong royong bersama Satpol PP, Waker PJT II, BPBD, Koramil dan pemerintah desa. "Seharusnya jadi tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Tapi saya apresiasi pihak PJT II yang langsung sigap membawa puluhan karung untuk membendung tanggul yang jebol sepanjang 50 meter," tuturnya.
Tidak hanya itu, kata Hamdani, PJT II juga ikut membantu mendorong agar BBWS segera membangun kembali penurapan tanggul sepanjang 60 meter tahun ini. Selain bisa permanen, ancaman tanggul jebol juga bisa terantisipasi setiap tahun. "Saya bersama tiga kades, BPBD, BBWS dan PJT II akan rapat bersama membahas penanggulangan tanggul jebol di Cilamaya Wetan. Katanya BBWS tahun ini juga siap membangun tanggul permanen," katanya.
Sementara itu, saat meninjau lokasi tanggul jebol di Kali Cilamaya, Kepala BPBD Kabupaten Karawang Banuara Nadeak mengatakan, selain menerjunkan personel untuk membuat tanggul sementara dari karung berisi pasir, pihaknya juga menginisiasi pertemuan antara BPBD, tiga kades yaitu Mekarmaya, Tegalwaru dan Cilamaya, BBWS, PJT II, PUPR, Bappeda dan camat, membahas penanggulangan Sungai Cilamaya. "Kita tinjau langsung (tanggul Sungai Cilamaya) sambil membawa data, sebelum kita merapatkan bersama soal penanggulangan tanggul ini," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template