Sukamakmur - Karangligar Rawan Begal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sukamakmur - Karangligar Rawan Begal

Sukamakmur - Karangligar Rawan Begal

Written By Admin Raka on Jumat, 02 Februari 2018 | 17.00.00

2 Kilometer Tanpa PJU 

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Warga Kampung Kalipandan, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur acap kali mencemaskan aksi begal di sepanjang Jalan Lingkar Luar Karangligar-Sukamakmur. Jalan sepanjang hampir 2 kilometer itu tanpa penerang jalan umum (PJU). Sehingga kalau malam kondisinya gelap gulita dan rawan kejahatan. Padahal jalur itu merupakan jalur vital penghubung tiga kecamatan penting di wilayah Timur dan Barat.
Ketiga kecamatan tersebut masing-masing Kecamatan Telukjambe Timur, Telukjambe Barat dan Kecamatan Karawang Barat. Dari Kampung Kalipandan, Desa Sukamakmur jika diambil lurus akan bertemu dengan Kampung Pangasinan, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat. Dari desa itu jika terus diambil lurus akan terhubung dengan Desa Parungsari, keduanya di Kecamatan Telukjambe Barat. Dari Desa Parungsari lurusnya bila diambil garis akan bertemu Desa Sukamakmur di Kecamatan Telukjambe Timur. Des ini berhadapan langsung dengan Pertigaan Honda Kumala di Jalan Raya Interchange, Kecamatan Karawang Barat.
Jalur perlintasan tiga desa itu mestinya menjadi jalur penting karena mendukung akses perekonomian di wilayah Karawang Barat. Sayangnya, jalur tersebut ternyata tidak terpetakan oleh Dinas Perumahaan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) sebagai jalur vital yang harus terang. Sehingga aktifitas perekonomian di tiga kecamatan tersebut bisa ditingkatkan. "Kalau malam gelap. Kami yang melintas selala was-was ada begal," tandas Yasin (33) tokoh pemuda Kampung Pangasinan, Desa Karangligar, Kamis (1/2).
Yasin tidak menampik kalau malam disepanjang 2 km jalan gelap gulita tersebut ada saja warga yang memancing. Mereka membawa lampu-lampu penerang dan duduk dipinggir jalan. Keberadaan mereka inilah selama ini menjadi sumber penerangan jalan di jalur penghubung tiga wilayah itu, satu-satunya yang menyemangati warga untuk berani melintas di jalur tersebut.
 "Beruntungnya hampir setiap hari pemancing memenuhi jalanan tersebut, karena sebagian lahan di pinggiran jalan kerap banjir dan di jadikan tempat memancing," ucap Yasin. Kendati demikian, tegas yasin, meski ada saja warga yang memancing di sepanjan jalan gelap itu bukan berarti tidak berpotensi begal. Apalagi kondisi jalannya jalan totoang yang membelah tengah sawah," ucap Yasin lagi.
Masih dikatakannya, untuk kualitas jalan sebenarnya sudah sangat bagus. Hanya saja, saat malam hari masih gelap. Jadi kami sebagai warga agak kurang nyaman saat melintas di malam hari. Dia pun berharap, kualitas infrastruktur jalan yang mulus itu juga dilengkapi dengan keberadaan PJU. Dengan begitu, warga pun tidak perlus waswas saat melintas malam hari. Selain itu, aku Yasin, dengan adanya PJU juga bisa mencegah aksi kriminalitas di jalan tersebut. Sehingga warga dan juga pengguna jalan merasa aman.
Senada, itu  Andi (56) warga Desa Karangligar berharap pemerintah bisa melengkapi jalan lingkar itu dengan penerangan jalan umum (PJU) yang memadai. Sehingga bisa menunjang aktifitas warga. "Mudah-mudahan saja pemerintah daerah bisa memasang PJU, karena jalan ini juga jalan poros jadi alternatif warga beberapa desa seperti Desa Karangligar - Sukamakmur, Parungsari menuju Kabupaten Karawang. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template