Sopir Angkot Mabuk Sambil Nyetir - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sopir Angkot Mabuk Sambil Nyetir

Sopir Angkot Mabuk Sambil Nyetir

Written By Admin Raka on Rabu, 07 Februari 2018 | 17.00.00

Penumpang Ketakutan Sampai Lompat dari Mobil

KLARI, RAKA - Gelisah dan penuh rasa takut itulah yang dirasakan oleh Pia Alfia Fauziah (16) warga Dusun Perumahan Terangsari, Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari. Pasalnya perempuan yang masih berstatus pelajar itu terpaksa harus lompat dari angkot yang ditumpanginya karena sopirnya dalam keadaan mabuk.
Kejadian berawal saat Pia tengah menunggu angkutan umum angkot di terminal Klari jurusan Klari Kosambi, sesampainnya mendapatkan angkot Pia pun masuk ke mobil angkot yang di dalamnya sudah ada 3 penumpang atau 4 orang bersama sopir. Saat ke 3 penumpang turun dengan membayar Rp 10 ribu sang sopir marah meneriaki penumpang karena tarif penumpang tidak seperti bisanya yaitu Rp 15 ribu.
Tinggal sendiri sebagai penumpang rasa takut Pia pun mulai muncul ketika melihat gelagat sang sopir mulai berubah seperti marah-marah dan ketawa tidak jelas yang diduga karena pengaruh minuman keras atau mabuk. Takut sesuatu hal menimpanya, akhirnya Pia nekad memilih untuk turun dari mobil dengan kondisi mobil berjalan kencang. "Marah-marah sambil minta ongkos bayar Rp 15 ribu, takut banget lompat aja dari mobil pas depan Hotel Pegestu Kosambi," akunya.
Akibatnya, Pia pun terjatuh usai lompat dari mobil angkot dan mendapatkan dibagian dagu sehingga harus dijahit dengan tiga jahitan. Beruntung ada warga sekitar yang langsung membawa Pia ke Puskesmas Klari. "Yang luka dibagian dagu aja sampai berdarah, sama luka ringan dibagian tangan," terang Kanit Reskrim Polsek Klari Bripka Tujo Prayitno.
Sementara menurut keterangan Kapolsek Klari, H.Relisman Nasution, agar setiap penumpang bisa lebih berhati-hati lagi dalam memilih kendaraan umum. Sebab, tindak kejahatan bisa saja terjadi dimana-mana jika adanya kesempatan. "Berdasarkan hasil introgasi sama korban, tidak ada pelecehan seksual dan penganiayaan, korban hanya takut melihat sopir angkut marah-marah akibat mabuk dan kondisinya di dalam mobil sendiri, jadi memilih untuk loncat," terangnya.(yna)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template