Soal KTP, Pemdes Sering Disemprot Warga - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Soal KTP, Pemdes Sering Disemprot Warga

Soal KTP, Pemdes Sering Disemprot Warga

Written By Admin Raka on Kamis, 01 Februari 2018 | 17.00.00

PURWASARI, RAKA - Sejumlah warga di Kecamatan Purwasari merasa tidak sabar atas lambannya pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Akibatnya pemerintahan desa sering jadi bulan-bulanan warga atas kelambanan tersebut.
Seperti yang sering terjadi di Desa Purwasari, hampir setiap hari selalu ada yang bertanya kapan KTP elektroniknya jadi. Sementara pemerintahan desa tidak bisa menjanjikan kapan waktu pastinya dokumen kependudukan tersebut bisa selesai dicetak.
"Saya mau ngecek kapan KTP saya jadi. Kata orang kecamatan disuruh ke desa," tanya Alwan Kurniawan, warga Perumahan Gria Panorama Indah Rt 02/12, Desa Purwasari, (31/1).
Dia mengaku sudah cukup lama melakukan perekaman. Sejak bulan Maret 2017 lalu. Tapi sampai sekarang dirinya masih belum mendapatkan KTP-el. Oleh karenanya dia sering bolak-balik kantor pelayanan untuk mengecek sudah sejauh mana KTP miliknya bisa selesai dicetak. "Kenapa lama yah. Padahal saya direkam juga sudah lama. Kapan jadinya yah Pak," tanyanya lagi.
Merasa tidak puas dengan jawaban ketidak pastian dari pihak pemerintahan desa, Alwan terus berupaya meminta kepastian kapan bisa mengambil fisik dari KTP elektronik yang seharusnya menjadi haknya. Bahkan dia cukup lama duduk di depan kursi pelayanan pemerintahan Desa Purwasari. "Tolong Pak, kira-kira kapan jadinya. Terus yang lain gimana," desaknya.
Sementara pegawai Desa Purwasari Jaka Bari menyampaikan, setiap warga Purwasari yang fisik KTP elektroniknya sudah di cetak. Maka namanya ditempel di papan informasi desa yang ada di depan pintu masuk. Sehingga sebelum mengecek lebih jauh, setiap warga yang datang bisa melakukan pengecekan terlebih dahulu dengan nama yang ada. "Kalau didaftar nama itu nggak ada. Berarti memang belum dicetak. Kami nggak bisa menentukan kapan. Karena itu bukan kewenangan kami," bebernya.
Dia sendiri mengaku selalu menunggu kiriman blanko KTP elektronik dari pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcatpil) Karawang. Karena biasanya setelah dicetak pihak Catpil akan langsung mendistribusikannya ke kecamatan dan diteruskan ke tiap desa. "Setelah ada kiriman baru. Kami juga selalu memberikan kabar kepada RT nya agar bisa ngambil ke desa," ujarnya.
Lain dari itu dia menuturkan, pernah mendapat pengalaman yang cukup membuatnya kesal. Karena tidak setiap warga mengetahui secara pasti prosedur pencetakan KTP. Sehingga dia sering dimaki-maki oleh warga yang datang. Pada saat terjadi situasi seperti itu, dia sering memberikan kesempatan agar warga merasa puas. Sedangkan setelah selesai, baru dirinya memberikan penjelasan kondisi yang sebenarnya terjadi. "Terus harus tahu juga yah. Saya juga pernah terjadi persoalan dimana ada warga Brebes yang pindah tetapi tidak terdata di karawang. Padahal anak dan istrinya sudah terdata. Langkahnya adalah harus kembali membuat surat pindah," terangnya.
Karena kebijakan KTP bukan ada di pemerintahan desa, melainkan di pemerintah pusat, maka dia berharap warga bisa maklum dan mengerti. Sehingga tidak salah persepsi saat KTPnya lama tidak jadi. "Karena ada juga yang nuduh kami, disangkanya desa mempersulit," pungkasnya.(zie)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template