Setelah Wereng Datang Banjir - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Setelah Wereng Datang Banjir

Setelah Wereng Datang Banjir

Written By Admin Raka on Rabu, 07 Februari 2018 | 15.30.00

Petani Butuh Modal Ekstra 

CILEBAR, RAKA- Paska serangan hama Wereng Batang Coklat (WBC), virus, burung pipit, dan hama lainnya, kini para petani di Kecamatan Cilebar dan Kecamatan Jayakerta di hantui ancaman gagal panen yang ke sekian kalinya akibat banjir. Tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan puluhan hektare sawah di Dusun Cikangkung, Desa Ciptamargi, Kecamatan Cilebar terendam banjir.
Salah seorang petani penggarap di Desa Ciptamargi Kecamatan Cilebar, Engkar (41) mengatakan, Selasa (6/2) kemarin. Dirinya mengaku 2 hari kemarin baru saja selesai tandur, namun dengan intensitas hujan yang lebat, kini area pesawahan tanaman padi yang baru ditandur terendam banjir dan memaksa melakukan proses tanam kembali, namun itu pun setelah air yang membanjiri lahannya tersebut surut. "Kalau benih sudah terendam air, pasti busuk dan mati, kita harus tanam ulang,” ujarnya, kepada Radar Karawang.
Di katakan Darta (44), petani lainnya, untuk tahun ini petani benar-benar sedang diuji dengan kondisi alam. Tidak banyak yang bisa di perbuat selain pasrah. Namun dengan berencana untuk menanam kembali, tentunya memerlukan modal. Dirinya berharap ada perhatian dari pemerintah, menurutnya untuk mengadakan kembali benih padi yang terlanjur terendam banjir membutuhkan biaya yang tidak sedikit. "Setelah surut pasti kita tanami lagi, tapi perlu modal banyak. Saya harap sih pemerintah mengerti dengan kondisi petani yang seperti ini," paparnya.
Senasib dengan para petani Desa Ciptamargi, para petani di Dusun Cilogo, Desa Medangasem Kecamatan Jayakerta pun mengalami hal yang sama. Paska hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Karawang dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan air di saluran irigasi meluap hingga mengakibatkan tanggul irigasi dari Rengasdengnklok ke Batujaya tersebut jebol.
Kasie Trantib Desa Medangasem, Imam, membenarkan kejadian air saluran irigasi yang melintasi desanya tersebut meluap, dan mengakibat banjir di permukiman warga dan merendam puluhan hektare sawah di Dusun Cilogo, Desa Medangasem. "Puluhan hektare sawah dan beberapa rumah warga sekarang terendam, dan saya khawatir luapan air tersebut dapat merusak tanggul irigasi lebih luas lagi, pasti akan menimbulkan banjir yang lebih luas. Dan kepada pemerintah agar membantu perbaikan tanggul yang saat ini tengah dilakukan oleh warga," kata  Imam.
Menurutnya, petani pun banyak yang mengalami gagal tanam dan dipastikan harus menanam kembali setelah banjir surut. Ia pun berharap dinas pertanian dapat membantu para petani di desanya untuk bisa kembali menanam padi. "Mungkin puluhan juta kerugian para petani akibat tanaman padi yang baru ditanamnya tersebut tergenang banjir. Berharap ada bantuan dari pemerintah, agar para petani tersebut dapat kembali menanam dan bukan biaya sedikit untuk membeli benih padi tersebut," ucapnya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template