Selesai Salat Langsung Berburu Foto Gerhana - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Selesai Salat Langsung Berburu Foto Gerhana

Selesai Salat Langsung Berburu Foto Gerhana

Written By Admin Raka on Kamis, 01 Februari 2018 | 12.45.00

KARAWANG, RAKA - Hujan yang mengguyur Kabupaten Karawang sekitar pukul 15.30 hingga menjelang Magrib, Rabu (31/1), ternyata tidak menyurutkan umat Islam untuk berbondong-bondong ke masjid untuk melakukan salat Isya berjamaah, dilanjut salat sunah gerhana. Langit mendung yang menggelayut juga tidak mengurungkan masyarakat untuk berburu foto super blue blood moon.
Di Masjid Al Jihad, Karangpawitan, misalnya. Setelah menunaikan salat Isya, para jemaah tidak bubar barisan. Mereka melanjutkan salat gerhana. Namun sebelumnya, jemaah yang sudah berjejer membentuk saf-saf yang rapi, mendengarkan penjelasan imam salat tentang tata cara salat gerhana. Tua, muda, pria, wanita, semuanya melakukan gerakan salat sesuai yang dijelaskan sang imam tadi. Setelah selesai salat, para jemaah langsung keluar masjid dan melihat ke langit. Beberapa dari mereka mengeluarkan ponsel pintarnya lalu berusaha mengambil gambar gerhana bulan. "Tahun ini baru ada sekarang (super blue blood mon). Sangat bagus, bisa adalagi acara gerhana bulan. Bangga ada salat berjamaah disini," ungkap Alfi Husaeni (21), warga Kampung Karanganyar, RT 07/RW 09, Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, kepada Radar Karawang.
Sedangkan Fitriatun (23) warga Kampung Jatirasa, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, mengaku senang dengan peristiwa alam ini. Meski ukuran bulan terlihat kecil, dia tetap berusaha mengabadikan momen yang sangat jarang terjadi ini. "Langitnya agak mendung, tapi masih kelihatan kok bulannya," ujarnya.
Hal serupa juga dilakukan oleh warga Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, meski menunaikan salat Isya berjamaah lalu dilanjut dengan salat gerhana di Mushola Miftahul Khoir, tidak mengurangi kekhusyuan mereka beribadah. "Kalau di kampung-kampung, ketika ada gerhana bulan itu, khususnya ibu hamil kudu ngumpet di bawah amben atau di bawah rumah panggung. Karena untuk menghindari wajah merah. Itu akibat samagaha (gerhana bulan)," tutur Enah (64) warga Karawang Wetan.
Namun, ungkapan Enah itu langsung diluruskan oleh Imam Mushola Miftahul Khoir Ustad Udin Syamsudin. Menurutnya, saat terjadi gerhana maka yang harus dilakukan itu salat, bukan yang lain-lain. "Ketika ada hal seperti ini, lakukan salat gerhana," ujarnya.
Di Cikampek juga, tidak kalah semarak. Di beberapa masjid seperti Masjid Al Abror Jalan Cikampek-Parakan, Masjid An Nur Cikampek Timur, Masjid Al Ikhwan Cikampek Barat, Masjid Asy Syuhada, Masjid An Nur, juga melaksanakan salat gerhana. Setelah itu, warga Cikampek juga berburu foto super blood moon. "Lumayan meski kecil, bulannya tetap terlihat," ujar Saepudin (19) warga Desa Cikampek Kota.
Sementara Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cikampek Rusyana bersyukur masjid-masjid semarak melaksanakan salat husuf. "Terima kasih kepada segenap warga dan simpatisan Muhammadiyah Cikampek yang sudah menyemarakan dakwah melalui salat husuf di masjid-masjid dan surau di lingkungan PCM Muhammadiyah Cikampek," tuturnya. (apk/rok/psn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template