Sekolah Sambil Pesantren Mengasyikan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sekolah Sambil Pesantren Mengasyikan

Sekolah Sambil Pesantren Mengasyikan

Written By Admin Raka on Minggu, 18 Februari 2018 | 17.00.00

KARAWANG BARAT, RAKA- Asyiknya sekolah sambil mondok atau pesantren. Di satu sisi memang tidak bisa bercengkrama dengan orang tua setiap hari, namun di sisi lain bisa mecetak pribadi lebih mandiri. Hal tersebut diakui Juen, siswa kelas 7 Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Ikhlas Proklamasi yang berada di Kelurahan Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat.
"Seru aja banyak teman, jadi belajar pun bisa terus bersama-sama. Baru satu tahun aja aku betah di sini, sekolah sambil mesantren," akunya, kepada Radar Karawang, Jumat (16/2) kemarin di lingkungan Yayasan Al Ikhlas Proklamasi saat hendak ngaji rutin setelah salat Asar.
Selain sebagai siswa MTs Al Ikhlas, sepulang sekolah dirinya juga disibukan dengan hapalan-hapalan Alquran, hadits, dan kitab-kitab lainnya. Setiap harinya, ia mengaku terus disibukan dengan berbagai macam aktifitas sekolah dan pesantren. Namun, tak menghilangkan waktu bermainnya bersama teman. Karena, setiap hari dan malam pun mereka habiskan waktu bersama-sama.
Sebelumnya, dirinya beranggapan bahwa sekolah plus pesantren akan menjemukan. Namun setelah dijalani, ternyata begitu berbeda dengan celotehan orang lain yang menganggap bahwa pesantren sambil sekolah akan banyak menyita waktu. Justru sebaliknya, pesantren sambil sekolah sangat menyenangkan karena bisa terus berkumpul dan melakukan semua hal bersama teman-teman. "Tadinya aku kira pesantren sambil sekolah itu gak seru, ternyata asyik juga," akunya.
Siswa yang mengaku menyukai pelajaran tajwid ini berasal dari Pebayuran, Kabupaten Bekasi, satu tahun berada di pesantren membuatnya lebih teetarik untuk mempelajari bagaimana tata cara membaca dan melafalkan Alquran dengan baik. "Kalau tajwidnya udah bagus, membaca Alquran pun akan terasa mudah, karena membuka pengetahuan kita tentang makhorijul huruf dan tata cara membaca Alquran dengan benar," katanya.
Ha senada dikatakan Kasyafil, siswa sekelas Juen menyebutkan, jika sekolah sambil pesantren itu memang banyak memakan waktu, kesempatan bermainnya pun berkurang. Namun, jika terus berkumpul dan mengerjakan sesuatu dengan teman-teman itu, dirinya merasa tidak sedang di tekan untuk mengikuti pelajaran. Justru tidak ada bosannya, karena belajar di anggap bermain. Namun, bermain sambil mendapatkan pengetahuan. Baik itu ilmu pendidikan formal, ataupun belajar agama. "Sehari-hari sama temen, jadi belajar pun terasa bermain, dan bermainnya dapet pelajaran," tuturnya. (rok)

Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template