Sekda: Rastra Jelek Kembalikan ke Dolog - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sekda: Rastra Jelek Kembalikan ke Dolog

Sekda: Rastra Jelek Kembalikan ke Dolog

Written By Admin Raka on Rabu, 21 Februari 2018 | 16.30.00

KARAWANG, RAKA - Penerima manfaat beras sejahtera (rastra) dikhawatirkan akan terbebani jika beras tersebut dibagikan dalam bentuk kemasan plastik. Karena secara teknis untuk mendistribusikan beras tersebut akan membutuhkan biaya sebelum sampai ke tangan warga penerima manfaat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang. H Teddy Rusfendi Sutisna, terkait itu mengatakan, Selasa (20/2). Kendati demikian apapun persoalannya, Sekda melarang adanya pungutan terhadap penerima manfaat. "Pungutan itu sudah tidak dibolehkan, artinya kontribusi itu harus sudah dari dolog, dan telah diatur sedemikian rupa, hingga harus sampai kepada penerima hak rastra," ujarnya.
Sekda malah mempertanyakan alasan jika pun ada pungutan terhadap proses distribusinya. Hal itu harus ada musyawarahh terlebih dahulu, dan bukan hanya di tingkat desa, tetapi di lingkungan Pemerintahan Daerah juga ikut, agar nanti hasilnya dibawa ke pusat. "Kalau memang kurang sampaikan ke pusat, inikan kolep, kecuali diantar sendiri kepenerima rastranya langsung. Kalau diterima di desa itu resikonya mereka, kan yang wajib menerima jauh juga, hal ini harus di pertimbangkan disana," ujarnya.
Pemeintah desa jika beralasan plastik, biaya tranpor dan lain sebagainya harus berpikir. Karena lanjut Sekda Plastik buat apa, kan sudah dikemas. "Saya terima sudah di kemas dan masing-masing 10 Kg, yang dulunya 15 kg dan itu sudah di kemas," paparnya.
Dan mungkin disini penyampaian pengkontribusiannya, tanya Teddy, apakah sampai ke penerima atau hanya ke kantor desa. "Kalau ke Kantor Desa otomatis harus dianterin, mamapun dan tidak mampu. otomatis jika ada kebijakan merata di bongkar disatukan yang kemudian di kemas lagi dalam plastik sekian kilo pasti ada ongkos plastik dan itu resiko desa berarti," ujarnya.
Bahkan Teddy, mengira hal itu kurang bijak dilakukan, karena mereka penerima manfaat itu orang tidak mampu jangan malah dipungut lagi. "Pemerintah sudah bagus membebaskan biayanya. Kalau dulu kan membeli, sekarang malah gratis dan hal itu bagus. Jadi sudah mengurangi beban kepada orang yang kurang mamapu. Kalau dibebankan lagi ongkos harus dipertimbangkan," paparnya.
Teddy juga berpesan kepada seluruh Kepala desa jika menemukan beras jelak atau tidak layak untuk dikonsumsi, jangan main terima begitu saja tetapi mesti dipertimbangkan. "Kalau kualitas berasnya jelak itu tanggung jawab dolog. Balikin saja ke dolog, karena beras dari pemerintah jenis medium yang artinya layak untuk di konsumsi," tegas Sekdak. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template