Sekda-Bupati Saling Lempar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sekda-Bupati Saling Lempar

Sekda-Bupati Saling Lempar

Written By Mang Raka on Selasa, 06 Februari 2018 | 23.43.00

Terkait Proses Mutasi Jabatan

KARAWANG, RAKA - Pelaksanaan mutasi dan rotasi pejabat di lingkungan Pemkab Karawang ternyata berbuntut kekecewaan. Selain dirasakan sejumlah pejabat yang merasa ditempatkan sesuai dengan bidangnya, kekecewaan juga dirasakan Wakil Bupati Ahmad Zamakhsyari yang mengaku tidak pernah diundang untuk membahas mutasi jabatan.
Pria yang akrab disapa Jimmy itu mengakui, dirinya kecewa kepada Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) karena tak diundang rapat membahas mutasi pejabat. Wajar jika dia tidak menghadiri pelantikannya yang digelar Jumat akhir pekan lalu itu. "Saya kecewanya karena saya tidak pernah diundang untuk ngomongin rapat di Baperjakat saja, tanya Pak Sekda pernah undang saya tidak?" kata pria yang akrab disapa Jimmy itu di rumah dinas wakil bupati, Senin (5/2).
Terkait penempatan sejumlah pejabat yang tidak sesuai bidangnya, Jimmy lagi-lagi mengatakan, bahwa pada saat sambutan pelantikan, bupati mengatakan para pejabat yang dilantik sudah sesuai dengan tupoksinya. "Kalau teman-teman media punya temuan sampaikan saja sama beliau. Umpamanya ada temuan Pak Anyang itu orang teknis di Dinas PUPR kok tiba-tiba dipindahkan ke BPBD, silahkan sampaikan. Seperti Gunadi (Rachmat Gunadi), misal seharusnya di Dinas Pendidikan," paparnya.
Belakangan beredar kabar, hubungan bupati dengan wakil bupati renggang gara-gara mutasi ratusan pejabat. Namun begitu, Jimmy menanggapinya secara diplomatis. Dikatakannya, perpecahan hanya akan terjadi jika bekerja tidak sesuai dengan tupoksinya. "Saya cuma menyampaikan kepada bupati gini, siapapun pejabat besok yang dilantik, satu bulan sekali itu wajib melayani masyarakat. Bukan evaluasi. Pasang tuh spanduk di tiap kecamatan di setiap tanggal 2 awal bulan. Masyarakat boleh melakukan pengaduan apapun di kantor kecamatan, dan setiap tanggal 15 masyarakat dan camat mengadukan langsung ke kantor bupati," imbuhnya.
Ditemui terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang Teddy R Sutisna mengatakan, dirinya mempersilahkan siapapun mengurusi mutasi. Termasuk wakil bupati. "Sebenarnya di Baperjakat itu kan kita rapat di lingkungan birokrat. Kita sampaikan ke Ibu Bupati dan termasuk di sana juga kan ada wakil bupati juga. Ah.. jangan diperpanjang lah, susah ngomongnya," singkatnya.
Sementara saat dihubungi lewat sambungan telepon, Bupati Cellica Nurrachadiana mengatakan, proses mutasi pejabat dilakukan oleh tim Baperjakat yang dipimpin langsung oleh sekda. "Saya juga tidak pernah ikut rapat Baperjakat, silahkan tanya sama temen-temen Baperjakat. Cuma hasil itu ya tentunya dengan berbagai macam pertimbangan. Nanati akan ada evaluasi. Sebelum saya tanda tangan, prinsipanya juga sama tidak ikut rapat Baperjakat," bebernya.
Menanggapi adanya pejabat yang ditempatkan tidak sesuai bidangnya, Cellica mengatakan, proses mutasi merujuk pada nilai-bilai normatif. "Prisipnya, yang pertama harus profesional. Orang itu harus ditempatkan pada  tempatnya. Misalnya dokter ya harus di dinas kesehatan, pertanian ya di pertanian," imbuh Cellica.
Diakuinya, jika bicara soal pendidikan, semuanya berpendidikan. Sehingga bisa ditempatkan di manapun. "Tapi kalau emang orang punya basic dokter tidak mungkin di (dinas) pendidikan. Kalau menurut saya, kalau orang yang relatif bisa diterima di manpun seperti Pak Amid Kabid (Dinas) Pendidikan  kalau gak salah bukan di (Dinas) pendidikan," lanjutnya.
Cellica juga tidak mau mutasi jabatan dikait-kaitkan dengan politik. Karena itu, dirinya akan bicara normatif. "Yang pasti buat saya, ini sudah keputusan Baperjakat dan disetujui oleh saya. Dan tidak ada jual beli jabatan. Siapa pun yang memperjualbelikan jabatan mohon maaf tidak ada kenaikan. Karena saya juga mendengar isu-isu itu. Kalau ada orang yang tidak puas dengan tim Baperjakat silahkan laporkan saja secara administratif.
Menurutnya, hal yang wajar jika ada pihak yang merasa kecewa. "Justru harus dipertanyakan kenapa kecewa. Kalau ada yang gak puas silahkan laporkan secara administrasi kepada Baperjakat, BKD," pungkasnya.
Ssementara itu, Komisi A DPRD Karawang mengaku banjir keluhan dari PNS. Selain banyak PNS yang dilantik masih belum mengetahui tugas barunya, peran Baperjakat dalam menempatkan pejabat sesuai dengan bidangnya juga dipertanyakan.
Ketua Komisi A DPRD Karawang Teddy Luthfiana mengakui, pihaknya masih belum puas atas kinerja Baperjakat dan bupati yang dinilainya seperti masih main-main. Sebut saja saat pelantikan, sejumlah PNS diakuinya banyak yang mengeluh ke Komisi A baik secara individu maupun kelembagaan, terutama soal ketidakjelasan penempatan.
Hal ini menurutnya, menyita perhatian Komisi A, karena terlihat proses mutasi ini cenderung dipaksakan dan terburu-buru, bahkan menjadi alasan klasik yang tentu akan dievaluasi Komisi A ke Baperjakat. "Masa iya dilantik tapi banyak yang gak tahu dimana tugas barunya, walaupun sebagian sudah tahu. Ini ada apa?" tanyanya.
Teddy menambahkan, memang mutasi adalah hak preogratif dari bupati. Tapi melihat hasil, jauh dari ekspektasi yang diharapkan. Meskipun demikian, pihaknya tetap mendorong, agar semua PNS tetap bekerja demi pelayanan kepada masyarakat secara optimal, karena masyarakat masih percaya, Baperjakat yang memiliki wewenang penilaian dan evaluasi rutin itu, bisa optimal dan objektif melihat kinerja para PNS Karawang. Jangan sampai sambung Tedy, hal-hal teknis yang dianggap penting diabaikan. "Karenanya kita siap evaluasi, jangan mengutamakan suka tidak sukanya saja, " katanya.
Sekretaris Komisi A DPRD Karawang Indriyani mengatakan, Baperjakat punya aturan mekanisme penilaian yang harus dijalankan, maka segala bentuk intervensi dan titipan dari oknum tim sukses, kedekatan maupun istilah lainnya calo-calo jabatan itu, tidak boleh mempengaruhi penilaian. "Segala bentuk intervensi seharusnya tidak memeengaruhi penilaian, harus juga mengutamakan keterbukaan dan alasan jelas kaitan penempatan ini," ungkapnya. (apk/rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template