Sebar Info Bohong, Rian Terancam Penjara - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sebar Info Bohong, Rian Terancam Penjara

Sebar Info Bohong, Rian Terancam Penjara

Written By Admin Raka on Senin, 26 Februari 2018 | 11.30.00

PURWAKARTA,RAKA - Kepolisian Polsek Jatiluhur, berhasil mengungkap dan menangkap seorang pelaku penyebar berita bohong (hoax) yang bernuansa ujaran kebencian dengan secara sengaja menyebarluaskan isu tentang tertangkapnya anggota PKI oleh anggota Polsek Jatiluhur.
Kapolres Purwakarta AKBP Dedy Tabrani melalui Kapolsek Jatiluhur, AKP Deni Hamari mengatakan, pelaku diketahui bernama Rian Rahmat Mulya alias Lahem (22), warga Kampung Sukahurip, RT 08 RW 05, Desa Jatiluhur, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. "Lahem ditangkap pada Sabtu (24/2) lalu pukul 23.00 WIB. Terkait postingan pelaku pada akun facebook miliknya yang bermuatan diskriminasi ras dan etnis dan atau ujaran kebencian dan permusuhan terhadap individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA," kata Deni, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/2).
Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti diantaranya satu unit telepon genggam, dan akun facebook dengan nama Lahem RRM. "Tersangka postingan dua file foto di akun media social facebook dengan nama akun Lahem RRM yang berisi kata 'Aya PKI benang hiji, kede bray warga Jatiluhur jeung sakitar na bisi aya komplotan deui kudu hati-hati jagaan ulama-ulama nu aya di lemburna masing-masing'. Padahal yang waktu itu yang kami amankan adalah orang gila," terang Deni.
Deni menuturkan, tersangka dapat ditahan dan dijerat dengan Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-undang nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.
Deni berpesan kepada masyarakat, agar memetik pelajaran dari kasus ini ataupun kasus serupa lainnya. Menurutnya, masyarakat harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial. "Bijak lah dalam menggunakan media sosial, Think before click," pungkasnya.
Diketahui, sebelumnya warga Purwakarta diresahkan dengan kabar yang belum jelas kebenaranya itu terjadi wilayah Jatiluhur pada Sabtu (24/2) lalu. Kabar itupun ramai di perbincangan di facebook, lantaran bernada tuliskan provokasi. Bahkan, Pada keterangan poto yang di fosting aku tersebut menyebutkan orang pada foto telah menodong seorang ustaz. Terlihat, pada foto yang di kirimnya ada satu orang tangannya yang di borgol mengalami luka bagian kepala.(gan)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template