Salut Sama Orang Karawang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Salut Sama Orang Karawang

Salut Sama Orang Karawang

Written By Admin Raka on Selasa, 27 Februari 2018 | 14.30.00

DALAM kehidupan, keseharian dan segala aktifitas yang dilakukan, seseorang butuh motivasi. Karena motivasi inilah semangat sekaligus modal untuk meraih target-target yang diinginkan. Termasuk di dalam setiap pekerjaan, semangat diperlukan untuk meyakinkan kalau yang dilakukan sudah benar. Mesti untuk meyakinkan kebenaran itu pun di dalamnya masih ada norma-norma dan aturan-aturan yang harus dipatuhi.
Ungkapan inilah tersirat dari obrolan panjang lebar bersama H. Toni Mulyana, SH, MH, Wakil Ketua Kongres Advokat Indonesia DPC Karawang. Kakek dua cucu ini merasa salut dengan orang Karawang. Dia mengagumi Jenderal  Kiki Syahnakri, yang bisa menjadi motivasi bagi generasi muda Karawang untuk menjadi pribadi pantang menyerah. Kenapa mesti harus begitu, karena Karawang ini dibangun oleh orang Karawang. Karena itu anak muda harus bisa lebih militan. Artinya, baik pengetahuan maupun kemampuannya tidak boleh kalah dengan orang luar Karawang. Caranya, dengan meningkatkan pengetahuan anak mudanya. "Saya yakin orang karawang pasti mampu. Dan, itu sudah dibuktikan, salah satunya dengan adanya orang hebat asli Karawang seperti Jendral Kiki Syahnakri," ungkap advokat yang anak mantan Danramil di Bandung ini.
Makanya menyaksikan sosok Kiki Syahnakri, mantan Camat Karawang Timur dan Tegalwaru ini, langsung merasa nyaman. Ia merasa seperti bernostalgia teringat saat-saat menjadi anak kolong (sebutan anak tentara yang tinggal di asrama tentara) ketika ayahnya menjabat sebagai Danramil. Dan, Kiki Syahnakri adalah satu dari banyak orang hebat yang telah menorehkan nama Karawang sebagai kabupaten yang pantas diperhitungkan. "Saya salut, meskipun tidak sedikit juga yang tidak berhasil tetapi jangan sampai generasi mudanya melupakan orang-orang hebat itu. Anak muda tidak boleh loyo, dan tidak harus jadi tentara tetapi bisa melihat bukti kehebatan anak Karawang yang menjadi Jenderal," tutur Toni.
Rasa salut lelaki yang hijrah ke Karawang pada 1986 silam, terhadap Karawang itu pun diperlihatkan dengan kekagumannya terhadap orang-orang yang memimpin Karawang. Mereka orang-orang yang membangun Karawang. "Sekarang Karawang sudah seperti ini, jadi penyangga ibu kota. Berubahnya sangat drastis banget. Beda zaman dulu. Itu karena bupatinya hebat-hebat dan amat peduli dengan pembangunan Karawang. Tinggal sekarang generasi mudanya harus peduli dengan pembangunan Karawang, dan mesti bisa meningkatkan pengetahuannya sehingga bisa berperan dalam mengisi pembangunan Karawang. Apalagi sekarang Karawang sudah jadi daerah industri," tutur bapak dua anak yang selalu mengedepankan tali silaturahmi, karena prinsipnya yang ingin memperbanyak saudara ini.
Toni mengakui, kemajuan yang dicapai Karawang sekarang ini tidaklah datang begitu saja, tetapi melalui kerja keras dan semangat pantang menyerah. Dan itu sudah diperlihatkan dengan pencapaian pembangunan seperti saat ini. "Saya ke orang Karawang salut, demi meningkatkan pengetahuan, mereka bekerja keras. Dan, inilah hasilnya, karawang penyangga ibu kota," ucap Advokat yang tertarik dengan dunia hukum ini gara-gara dibangunkan orang tuanya saat sedang tidur, sempat bertanya mengapa harus dibangunkan. Mengapa tidak dibiarkan saja sampai nanti terbangun sendiri.
Dari berbagai pernyataan dibenaknya ketika itu, akhirnya ia peroleh jawaban bahwa ada ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi dalam hidup ini, dan itu adalah aturan. Ada agenda-agenda kehidupan yang harus dilakoni. Dari situ alumni Uninus Bandung Jurusan Hukum Pidana yang mengambil S2 nya di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM Jakarta dengan spesialis Hukum Bisnis ini menarik kesimpulan kalau hidup ini adalah hukum. Manusia sejak bangun tidur hingga tidur lagi diatur oleh hukum. Seperti bangun tidur harus mandi, kemudian bergerak, jalan, beraktifitas semua diatur oleh hukum. Dasar inilah sampai sekarang menjadi alasan suami Hj. Iyam Maryam untuk membatasi waktu kerja kecuali dalam kondisi tertentu.
Sebagai seorang ayah dari dua anak yang besar di lingkungan tentara, dan ditinggal tugas ayahnya, sedikit banyak didikan tentara pun mempengaruhi cara dia  mendidik anak anaknya, terutama dalam hal kedisiplinan dan tanggung jawab. Tidak heran anak-anaknya pun kini menjadi sosok mandiri dalam kehidupannya. Bahkan seorang anaknya yang kini kuliah di kedokteran sudah tidak tinggal bersama mereka. Sejak kecil Toni memang menekankan agar mereka bisa mengatur hidupnya, mulai dari kewajiban hingga tanggung jawabnya sebagai anak. Sebab kewajiban dan tanggung jawab itu merupakan hal yang penting. Disitu ada aturan aturan yang mengharuskan orang untuk tetap berjalan di koridornya, sehingga tidak bertentangan dengan hukum. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template