RSUD Belum Bebas Asap Rokok - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » RSUD Belum Bebas Asap Rokok

RSUD Belum Bebas Asap Rokok

Written By Admin Raka on Sabtu, 03 Februari 2018 | 14.30.00

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Meski telah ada larangan merokok, namun sampai saat ini lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) masih belum bebas dari asap rokok. Padahal pihak rumah sakit sudah memasang papan larangan dan spanduk himbauan, bahkan sudah mengerahkan petugasnya untuk mengingatkan supaya tidak merokok di lingkungan RSUD.
"Kami telah memasang papan pengumuman dan imbauan di sejumlah titik agar tidak merokok di kawasan rumah sakit dan sekitarnya. Bahkan di area parkir pun kami pasang, namun masih belum ditaati sepenuhnya oleh pengunjung rumah sakit," terang Kepala Hukmas dan Promkes RSUD Karawang H. Ruhimin. SH. kepada Radar Karawang, Jumat (2/2).
Dikatakannya, selain papan pengumuman, petugas keamanan rumah sakit juga secara rutin berkeliling memantau keamanan, sekaligus meminta orang yang kedapatan merokok di lingkungan rumah sakit agar mematikan rokoknya. Pemberlakuan larangan merokok di kawasan rumah sakit, lanjut Ruhimin sudah terselenggara sejak lama. Seharusnya masyarakat sudah mengetahuinya. "Saat ini pihak RSUD masih memberikan toleransi, yakni hanya sebatas teguran untuk mematikan rokoknya apabila kedapatan sedang merokok," tandasnya.
Pihak rumah sakit sebelumnya sudah memprediksi bahwa kebijakan yang baru dibuat tersebut tidak bisa langsung efektif. Makanya, untuk menjaga para perokok di lingkungan rumah sakit tunduk kepada peraturan maka petugas Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan rumah sakit terus menerus melakukan pemantauan. Menurut Ruhimin perlu waktu dalam menerapkan aturan tersebut disertai sosialisasi secara terus-menerus untuk menggugah kesadaran masyarakat mematuhi aturan. "Perlu kesabaran, sebab sebagian besar masyarakat masih belum mengetahuinya," tambah dia.
Kendati demikian Ruhimin berharap pengunjung dapat mengerti dan sadar karena aturan itu dibuat demi kepentingan bersama. "Jangankan pembesuk, pegawai rumah sakit pun akan saya tegur jika kedapatan merokok di lingkungan rumah sakit ini," tandas dia.
Ruhimin menambahkan larangan tidak merokok itu terutama wajib bagi pegawai rumah sakit untuk memberi contoh. "Kami pegawai rumah sakit pun harus memberi contoh menjalankan aturan ini. Kalau mau merokok, silakan keluar dari lingkungan rumah sakit," katanya.
Sementara pengunjung rumah sakit, Wardi (38) warga Kecamatan Tempuran  mengaku belum mengetahui secara jelas aturan larangan tidak merokok dilingkungan RSUD. Dia tahu larangan itu ada setelah ada petugas rumah sakit memintanya mematikan rokoknya. "Pembesuk seperti kami ini kan jarang ke rumah sakit, jadi kalau tidak dikasih tahu dilarang merokok, mana kami tahu. Saya rasa ini cuma masalah sosialisasi saja," ucapnya.
Ditambahkan Wardi, lingkungan rumah sakit, berbeda dengan lingkungan tempat tinggal dimana warganya itu-itu saja. Sedangkan yang datang di rumah sakit berasal dari banyak kawasan, bahkan dari kabupaten tetangga. Wajar jika banyak keluarga pasien yang belum mengetahui aturan tersebut. Kendati demikian Wardi mengaku sangat mendukung kebijakan bebas rokok di lingkungan rumah sakit.
Hanya saja, dia menyarankan ada petugas khususnya yang tugasnya setiap hari menyampaikan sosialisasi larangan merokok kepada pengunjung rumah sakit. Sehingga bagi yang pertama datang ke rumah sakit langsung tahu aturan tersebut. "Kita ini perokok berat, tapi kalau ada larangan merokok di rumah sakit, kita juga pasti mematuhi. Kita tahu lah mana yang memang mengharuskan kita tidak boleh merokok karena ini demi kepentingan bersama, khususnya kepentingan kesembuhan pasien," ungkapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template