Praktik Ibadah Syarat Kelulusan Siswa SMK Bina Karya 2 - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Praktik Ibadah Syarat Kelulusan Siswa SMK Bina Karya 2

Praktik Ibadah Syarat Kelulusan Siswa SMK Bina Karya 2

Written By Admin Raka on Kamis, 22 Februari 2018 | 15.30.00

KARAWANG, RAKA- Menjelang Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), saat ini siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bina Karya 2 sedang disibukan dengan berbagai kegiatan praktik, salah satunya praktik mata pelajaran agama. Pasalnya, selain praktik yang berkaitan dengan perkakas mesin, siswa juga ditekankan untuk mampu mempraktikan peribadahan. Khususnya praktik ibadah yang berkaitan dengan kewajiban pribadi dan masyarakat umum.
Menurut staf pengajar mata pelajaran agama SMK Bina Karya 2, Ahmad Fikri Sya'bani, selain belajar secara teori, praktik ibadah merupakan salah satu syarat kelulusan siswa dalam menempuh pendidikannya di SMK Bina Karya 2 ini, meskipun sekolah berbasis kejuruan, siswa ditekankan untuk mampu mempraktikan sisi peribadahannya. "Praktik agama ini menjadi salah satu syarat kelulusan siswa," ujarnya, kepada Radar Karawang, Rabu (21/2) kemarin.
Adapun mata pelajaran agama yang dipraktikan yaitu suatu hal yang berkaitan dengan kewajiban pribadi siswa dan masyarakat. Seperti contohnya membaca Alquran dengan baik dan benar sesuai kaidahnya, praktik salat Subuh, dan praktek salat jenazah. Meskipun mayoritas muslim, masih ada saja yang sama sekali tidak bisa baca Alquran. "Untuk yang tidak bisa baca, kita akan terus berikan bimbingan secara kontinyu, karena mau gak mau mereka harus bisa. Bukan saja syarat kelulusan, tapi demi kebaikan mereka juga," tegasnya.
Sementara, Hazzel Giervin, siswa Kelas 12 TKR 1 mengatakan, tidak ada yang membuatnya khawatir dalam praktek ibadah saat ini. Hanya saja yang membuat dirinya harus berusaha keras belajar dan menghafal yaitu tentang praktik bacaan salat jenazah. Karena, praktik salat jenazah merupakan salah satu ibadah yang jaramg ia lakukan. "Yang meninggalnya aka jarang, jadi meskipun udah hafal, kadang suka lupa lagi," ujarnya.
Senada dengan Hazzel, Agung Ramdani, siswa sekelasnya mengaku jika salat jenazah merupakan salah satu praktik ibadah yang paling sulit. Karena prakteknya pun berneda dengan salat lain pada umumnya.
Dikatakan Fauzan Haidar, meskipun kedua temannya mengaku salat jenazah merupakan praktik yang paling sulit, lain halnya dengan Fauzan. Menurutnya, salat jenazah itu simple, justru doa qunut salat Subuh yang membuatnya kesisahan dan harus menghafal secara berulang. "Salat jenazah emang sulit, tapi mudah dihapal, karena bacaannya pun pendek-pendek. Kalau saya mah sulit itu bacaan kunut shubuh, bacaannya kaya yang di ulang-ulang jadi belibet dan cepet lupa," ucapnya.
Dirinya mengaku hal yang tepat jika praktik ibadah ini, di sesuaikan dengan perlajaran dan kebutuhan siswa dalam bermasyarakat. "Jadi kita tahu caranya, dan inilah gunanya sekolah, membuat kita tahu tentang apa yang sebelumnya tidak kita ketahui," katanya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template