Pindah Domisili, Warga Diminta Urus Administrasi Kependudukan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pindah Domisili, Warga Diminta Urus Administrasi Kependudukan

Pindah Domisili, Warga Diminta Urus Administrasi Kependudukan

Written By Admin Raka on Selasa, 13 Februari 2018 | 13.30.00

PURWAKARTA,RAKA- Di Kecamatan Purwakarta terhitung 121.325 orang yang wajib mempunyai KTP dan 120.900 orang yang sudah melakukan perekaman. Namun, masih ada warga yang belum mengurus e-KTP karena kesadarannya masih kurang. Bahkan, ada orang yang pindah domisili tapi tidak diurus perpindahan administrasi kependudukannya.
Budi Kuncoro, bagian pengelolaan informasi dan administrasi kependudukan Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil mengatakan, yang belum melakukan perekaman untuk pembuatan e-KTP di Kecamatan Purwakarta ada 452 dengan jumlah pencetakan 119,667. "Yang belum tercetak itu jumlahnya ada 1.223 orang," ungkap Budi kepada Radar Karawang, Senin (12/2).
Ia juga menjelaskan, kendala yang ada sewaktu melakukan pencetakan adalah keterbatasan blanko dan kesadaran masyarakat. "Keterbatasan blanko masih ketergantungan ke pusat, karena daerah tidak diperbolehkan pengadaan sendiri masih disuplai oleh pusat. Untuk saat ini KTP elektrik berbeda dengan KTP konvensional, yang penting datanya tidak dobel," jelasnya.
Sekarang, lanjut dia, e-KTP dicek keabsahannya secara nasional tidak lokal. Jika direkam di Purwakarta misalnya, tidak bisa dicetak langsung tetapi data tersebut dikirimkan ke pusat terlebih dahulu. "Nanti di data center difilter lagi apakah datanya tunggal atau ganda dan membutuhkan waktu yang lama bisa sampe 4 bulan di tahun 2017 dari bulan Juli sampai November. Tapi untuk sekarang, hitungannya perhari itu juga tergantung dari jaringan dan data server yang ada di data center," imbuhnya.
Ia juga mengatakan, untuk kesadaran pemohon e-KTP masih kurang, khususnya terkait perpindahan domisili. "Misalkan ada yang pindah ke Karawang hanya orangnya saja yang pindah, tapi datanya gak dicabut baik yang pindah ataupun yang datang, kesadaran masyarakat masih kurang. Ada juga yang datang kesini pakai biodata palsu, yang terdapat di dua tempat. Kita pastikan ketika ada penemuan data tersebut tidak akan tercetak KTP-nya," Terangnya.
Sementara, Iis, salah seorang ibu rumah tangga yang mengantar saudaranya membuat KTP mengatakan, Untuk pembuatan surat keterangan prosesnya cepat tapi untuk pencetakan e-KTPnya membutuhkan waktu yang lumayan lama. "Sewaktu anak saya buat juga seperti itu, waktu pencetakannya lama, paling sebentar dua bulan nunggunya," terang Iis.
Iis juga mengatakan, untuk pembuatan e-KTP diharapkan bisa cepat meningat pentingnya kartu tersebut. "KTP kan penting buat cari kerja atau keperluan apapun itu, semoga pembuatannya gak memakan waktu lama banget," pungkasnya. (cr2)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template