Petani Menyesal Tidak Ikut Program AUTP - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Menyesal Tidak Ikut Program AUTP

Petani Menyesal Tidak Ikut Program AUTP

Written By Admin Raka on Selasa, 27 Februari 2018 | 18.15.00

PANGKALAN, RAKA - Upaya pemerintah melindungi petani dari kegagalan melalui program asuransi di Kecamatan Pangkalan gagal. Buktinya masih banyak petani yang mengaku kebingungan mencari modal untuk memulai tanam lagi setelah mengalami gagal panen.
Hal itu diakui petugas penyuluhan pertanian Kecamatan Pangkalan Ace Sugianto, Senin (26/2). Padahal menurut dia, saat ini beberapa wilayah di kecamatan tersebut  berpotensi gagal panen. "Program Asuransi Usaha Petani Padi (AUTP) di Pangkalan tidak begitu diminati. Parahnya lagi, petani tidak begitu antusias mengikuti program tersebut," ucap Ace.
Menurut Ace, dengan luas lahan pertanian seluas 2341 hektare tetapi lahan pertanian teknis yang ikut program tersebut hanya 15.5 persen saja. Itu berarti hanya sekitar 363 hektar saja dari lahan seluas 2341 hektare yang ikut program AUTP. Padahal, terang Ace pemerintah sudah  memberi keringanan dalam pembayaran premi.
Sementara Kepala UPTD Balai Pertanian Kecamatan Pangkalan H. Amang. SP, ditanya kemudahan yang diberikan pemerintah terhadap petani tidak menerangkan, pemerintah mensubsidi lebih separuh dari total premi yang seharusnya dibayar petani dalam satu musim. Premi asuransi usaha tani padi yang sesungguhnya sebesar Rp 180 ribu per hektare. Tetapi petani cukup membayar Rp 36 ribu dalam satu musim tanam. Sebab, pemerintah menggelontorkan subsidi senilai Rp 144 ribu untuk tiap hektare lahan padi.
"Keuntungan peserta asuransi banyak. Jika padi mengalami kerusakan akibat bencana, petani bisa mengklaim. Pemerintah akan mencairkan klaim itu secara kontan. Tiap satu hektare padi rusak, pemerintah memberi klaim sampai Rp 6 juta," terangnya.
Masih terkait itu, petugas pengendalian obat dan pengendalian hama (POPT) Balai Pertanian Kecamatan Pangkalan, Tatang, SP pun menyesalkan sikap petani yang kurang antusias menyambut  program asuransi usaha petani padi. Terbukti hingga saat ini hanya 440 petani saja yang ikut program Asuransi Usaha Tani Padi dari jumlah ribuan yang mestinya bisa menjadi pesertanya. "Disetiap kegiatan masyarakat di desa dan di lapangan, padahal  kita sebagai petugas tidak henti - henti memberi informasi terkait keunggulan asuransi yang digelindingkan Dinas Pertanian. Namun sangat disayangkan, hal itu belum mampu menggerak minat petani untuk mengasuransikan padinya," ungkap Tatang.
Padahal, tambah Tatang, pencegahan gagal panennya bisa diantisipasi oleh asuransi. Bukan sebaliknya setelah gagal panen baru ramai-ramai menjadi peserta asuransi. "Asuransi itu padahal hanya satu musim saja, dan kedepannya jika tidak ikut pun tidak akan jadi masalah," tandas Tatang.
Kendati demikian Tatang berharap, kedepannya kegagalan yang dialami saat ini bisa membuka wawasan petani untuk memanfaatkan program asuransi usaha tani di wilayahnya. Sehingga meskipun mengalami gagal panen petani tetap mendapatkan ganti rugi untuk modal mereka menanam kembali. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template