Petani Mekarbuana Panen Terpaksa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Mekarbuana Panen Terpaksa

Petani Mekarbuana Panen Terpaksa

Written By Angga Praditya on Selasa, 06 Februari 2018 | 19.00.00

TEGALWARU, RAKA - Petani Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru memaksa panen meski diterpa hujan dan angin kencang. Hal itu dilakukan karena persediaan pangan musim penghujan saat ini sudah menipis.
"Daripada menunggu padi malah terendam dan kualitas padi jadi jelek, lebih baik kita memanen sekarang, walaupun hujan kami tetap memanen padi kami," ucap Bahri (53) petani Kampung Cipeuteuy, Desa Mekarbuana kepada Radar Karawang, Senin (5/2).
Menurut Bahri, padi miliknya seharusnya dipanen pekan depan. Namun, hujan deras yang turun beberapa hari terakhir membuat sebagian besar tanaman padinya dikhawatirkan roboh akibat genangan air. Selain batangnya membusuk, kondisi tersebut juga membuat bulir gabah relatif kurang berisi dan kadar airnya lebih tinggi. Kondisi tersebut, lanjut Bahri, membuat daya jual padi produksinya akan menurun. Betapa tidak, susut bobot gabah kering panen menjadi gabah kering giling diperkirakan akan besar mengingat kadar airnya yang tinggi. Begitu juga penurunan kualitas gabah jelas akan menurunkan harga jual kepada pengepul.
Senada dengan Bahri, petani lainnya, H. Abas (59) pun menjelang Imlek 2018, curah hujan memang masih cukup tinggi. “Tak jarang hujan yang sangat deras membuat sawah yang hampir panen terendam,” katanya.
Meski tidak merendam seluruh tanaman, kata Abas, debit air cukup besar untuk berubuhkan batang padi, sehingga pertumbuhan bulir gabah terhenti dan batang padinya membusuk. Alhasil, bulir gabah lebih kopong dari biasanya dan kadar airnya tinggi. Ia juga memperkirakan penyusutan bobot gabah hasil panen sawahnya kali ini mencapai 30 persen.
Abas mengatakan, kondisi areal yang di panennya hampir separuhnya dari luas lahan selebar 5000 meter persegi. Dirinya pun menegaskan kondisi pohon padi hampir serempak menguning siap panen dan antisipasi panen meski dalam kondisi hujan merupakan solusi agar padi tidak terendam air. "Selain terendam juga karena stok padi untuk di giling menjadi beras sudah menipis. Jadi pilihan saya tetap memanen padi, daripada meski membeli beras yang sekarang harganya disini juga cukup mahal," ucapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template