Petani Mekarbuana Cemas Sawahnya Ambrol - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Mekarbuana Cemas Sawahnya Ambrol

Petani Mekarbuana Cemas Sawahnya Ambrol

Written By Angga Praditya on Selasa, 13 Februari 2018 | 18.00.00

TEGALWARU, RAKA - Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Tegalwaru sepekan terakhir membuat sebagian bronjong penahan tanah Sungai Cikumpeni, di Kampung Batu Gajah, Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, mengalami kerusakan. Akibat kerusakan tersebut dikhawatirkan akan menggerus tanah persawahan yang berada diatasnya.
Seperti diungkapkan H. Suhadi (45) warga Kampung Batu Gajah dan pemilik sawah diatas bronjong, dia khawatir bronjong penahan tanah yang rusak justru membuat tanah sawahnya ambrol. Menurut dia kerusakan bronjong itu karena air hujan yang sepekan ini turun dengan deras. Sehingga membuat debit air sungai Cikumpeni mengalami kenaikan. "Yang jelas, beberapa bronjong penahan tanah bukan saja di tempat tersebut, bahkan di beberapa titik mengalami kerusakan. Kalau dibiarkan, mungkin kerusakannya akan semakin parah," tegasnya.
Masih dikatakan Suhadi, bronjong yang dibangun satu tahun lalu itu menjadi tumpuan areal persawahan yang dekat dengan sungai Cikumpeni. "Bukan saja bisa tergerus, sawah juga bisa habis jika gerusan air semakin tinggi, dan bronjong rusak selain bisa mengancam sawah diatasnya," tukasnya
Hal sama diungkap Zainal (45) tokoh masyarakat Desa Mekarbuana. Usulan pembuatan bronjong dari anyaman kawat diisi batu untuk mencegah erosi sungai sudah diajukan sejak lama. Namun memang ada beberapa bronjong yang sudah di bangun mengalami kerusakan. Selain kerusakan pada bagian tebing sungai akibat erosi beberapa saluran irigasi bahkan mengalami kerusakan, sehingga air tidak mengalir ke saluran air melainkan terbuang ke lahan areal sawah warga.
"Debit air yang tinggi, memang membuat tanah yang dekat dengan sungai mudah tergerus. Karena itu dibuatkan bronjong. Tetapi tidak semua areal sawah yang dekat dengan sungai di bronjong, dengan pertimbangan lahan sawah itu tetap aman mesti tanpa bronjong," ucapnya.
Kendati demikian Zainal tetap berharap untuk dibuatkan kembali bronjong penahan tanah, agar kondisi sungai tidak tertutup oleh tanah dari gerusan air. Sehingga sungai tidak mengalami pendangkalan akibat banyaknya tanah yang tergerus. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template