Pengangguran Cabuli Empat Bocah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pengangguran Cabuli Empat Bocah

Pengangguran Cabuli Empat Bocah

Written By Admin Raka on Jumat, 23 Februari 2018 | 12.00.00

Diiming-imingi Layangan

KARAWANG, RAKA - Sungguh bejat kelakuan HB (20), warga Dusun Udug-udug RT 09 RW 004, Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel. Predator seks itu mencabuli empat anak berusia 6 tahun. Kejadian itu berlangsung dari awal Januari hingga 14 Februari 2018.
Kanit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polres Karawang Ipda Herwit Yuanita menyampaikan, peristiwa itu terbongkar setelah ayah korban mendengar pengakuan anaknya, jika dia pernah dicabuli oleh HB. Setelah mendengar kabar buruk itu, sang ayah menggali keterangan dan akhirnya diketahui jika anaknya pernah dicabuli dua kali. "Korban datang ke rumah pelaku, karena adiknya seumuran dengan korban," ungkap Herwit, Kamis (22/2) kemarin.
Saat korban di rumah pelaku, kata Herwit, ternyata teman yang ingin ditemuinya tidak ada. Rumahnya sepi, hanya ada HB. Tiba-tiba saja pelaku menarik korban ke kamarnya. "Korban diperosoti celananya dan disodomi. Kemudian dia teriak, datanglah si Ia yang juga berusia anak-anak," ujarnya.
Ia yang awalnya mengintip dari jendela dan berusaha menolong korban, ternyata malah menjadi mangsa kedua HB. Saat Ia ditarik ke kamar oleh korban, PP yang lepas dari genggaman pelaku langsung melarikan diri. "Korban pertama nangis sambil kabur, lalu orangtuanya tahu jika anaknya menjadi korban sodomi," tuturnya.
Herwit melanjutkan, pelaku mengiming-imingi korban dengan layang-layang. Syaratnya jangan menceritakan peristiwa itu kepada orangtua. "Tapi korban tetap berontak sambil nangis dan teriak minta tolong," ujarnya.
Untuk Sementara kata Herwit, korban ada tiga orang, namun pengakuan tersangka jumlahnya empat orang. Dua diantaranya tidak dikenalnya.
Sedangkan motivasi pelaku mencabuli anak-anak karena ingin melampiaskan hasrat bejatnya. "Pelaku masih berusia 20 tahun dan tidak bekerja. Dia diancam hukuman maksimal 15 tahun, minimal 5 tahun," ujarnya.
Agar para korban tidak tramu dengan kejadian yang mereka alami, pihaknya akan memberikan pendampingan dan berkordinasi dengan Dinas Sosial untuk melakukan trauma healing. "Yang mau diperiksa oleh kita saat ini ada tiga anak. Dampak yang kita takutkan, korban akan jadi pelaku nantinya. Makanya kita akan melakukan penyembuhan agar psikologis tidak ada masalah," ungkapnya.
Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan menghimbau orangtua, terutama masyarakat Karawang untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya. "Orangtua harus tahu dimana anaknya bermain dengan siapa bermainnya. Karena orang-orang dekat itu bisa berpotensi sebagai pelaku tindakan kejahatan terhadap anak," ujarnya.
Sementara itu HB (20) mengaku kalau dirinya hanya ingin coba-coba. "Tadinya saya pengen coba-coba doang. Ada yang saya sodomi. Caranya dirayu kalau mau, nanti dikasih layang-layang. Saya juga sudah punya pacar," ujarnya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template