Pekarangan Rumah Disulap Jadi Kebon Sayur - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pekarangan Rumah Disulap Jadi Kebon Sayur

Pekarangan Rumah Disulap Jadi Kebon Sayur

Written By Admin Raka on Jumat, 02 Februari 2018 | 17.15.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Pemerintah Desa Parungsari mendorong warganya untuk mengembangkan tanaman hidroponik. Model menanam seperti itu hemat lahan dan mudah perawatannya disamping bisa menambah ruang terbuka hijau di rumah masing-masing.
"Kami tengah melakukan pembinaan kepada warga untuk menanam dengan metode hidroponik. Selain untuk penghijauan, tanaman ini juga bernilai ekonomis, disamping lahan yang dibutuhkan juga tidak kuasa," ucap Sekretaris Desa Parungsari Edi Suhaendi kepada Radar Karawang, Kamis (2/2).
Hidroponik, lanjut Edi merupakan budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, sehingga dinilai cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air maupun lahan yang terbatas.
Edi mengatakan, sebanyak tiga dusun sudah mengembangkan metode ini dan masuk dalam binaan Dinas Pertanian Kecamatan Telukjambe Barat, semuanya berada di Desa Parungsari. Dalam program ini, katanya lagi, direncanakan akan mengarahkan kepada warga agar menanam jenis sayur mayur. Selain itu, tanaman lain yang dikembangkan dengan metode hidroponik masih banyak lagi terutama tanaman hortikultura.
"Yang menjadi andalan adalah sayur mayur jenis tosin, bayam dan selada  ditanam melalui metode hidroponik di pekarangan rumah. Program penghijauan secara hidroponik lebih efektif dibandingkan dengan mengembangkan tanaman keras," tandasnya.
Menurutnya penghijauan yang dimulai dari pekarangan rumah masih jarang dilakukan di wilayahnya, meski gaungnya cukup kencang dilakukan oleh pemerintah puas. "Padahal metode hidroponik ini cukup mudah dan tidak memerlukan lahan yang luas," ujarnya lagi.
Program ini ketika diperkenalkan direspons baik oleh masyarakat, mengingat kualitas tanaman lebih bagus, karena tidak menggunakan tanah dan pupuk maupun pestisida. "Melihat hasilnya membuat masyarakat termotivasi untuk membudidayakan tanaman secara hidroponik ini," kata dia.
Dirinya mengajak peran masyarakat untuk dapat melakukan budidaya hidroponik dengan memanfaatkan lahan sempit di lingkungan tempat tinggal masing-masing. "Sosialisasi yang serius sangat diperlukan untuk budidaya tanaman khususnya metode hidroponik ini, agar masyarakat makin tergerak mengembangkannya," harapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template