Pakai Jimat, Bandar Apes - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pakai Jimat, Bandar Apes

Pakai Jimat, Bandar Apes

Written By Admin Raka on Sabtu, 03 Februari 2018 | 12.00.00

Pengedar Sabu Jaringan Jakarta Cirebon Dicuduk di Ranggon

KARAWANG, RAKA - Bisa jadi Jaya Palala menjadi pengedar paling apes se-Karawang. Masalahnya, meski sudah memakai jimat, namun aksinya mengedarkan sabu masih tercium aparat dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karawang.
Pengedar sabu asal Kampung Kemiri, Kecamatan Jayakerta, itu berhasil diciduk tim pemberantasan BNNK Karawang di rumah kontrakannya yang terletak di Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya. Dari tangannya petugas berhasil menyita 14,75 gram narkotika jenis sabu dalam plastik kemasan yang siap edar.
Dalam pengakuannya, Jaya mengakui sudah menjadi pemakai sejak 5 tahun silam. Namun karena ingin punya keuntungan, dia kemudian nyambi ingin jadi pengedar barang haram tersebut. Yang lucunya, pelaku melengkapi dirinya dengan jimat alias isim agar usahanya berbisnis barang haram tersebut aman dari incaran aparat penegak hukum. "Jimat buat jaga diri, buat cari keselamatan. Tapi keselamatan milik Allah," katanya.
Diakuinya juga, dirinya tidak menjual, baru mau tapi sudah keburu ketahuan. Diakuinya juga, pekerjaan itu dilakoninya karena kebutuhan keluarga. "Yang jelas saya pemakai berat dan sudah lama juga, lebih dari 5 tahun," tambahnya.
Diakuinya, barang haram tersebut diperoleh dari orang dalam Lapas Cipinang. "Siapa orangnya gak tahu saya juga," papar lelaki yang tangannya tak bisa diam itu sambil menundukkan kepala.
Jaya menambahkan, modal awal berjualan barang haram tersebut Rp 20 juta, ditambah uang istrinya sebesar Rp 3 juta. "Duitnya pinjem dari istri maksain beli karena pusing. Saya menyesal. Ampun. Sekarang baru mulai lagi berenti-berentian, saya pemakai juga," paparnya.
Kepala BNNK Karawang AKBP M Julian mengatakan, Jaya merupakan pengedar sabu jaringan Karawang yang bekerjasama dengan bandar dari luar kota, seperti Jakarta, Bekasi dan Cirebon. Bahkan untuk melindungi dirinya adri kejaran aparat, tersangka melengkapi diri dengan jimat anti tertangkap. "Pelaku J dalah pengedar sabu yang mengklaim dirinya punya isim (jimat) anti ketangkap," ujar Julian di kantornya, kemarin (2/1).
Julian menjelaskan, Jaya dibekuk BNNK di kediamannya, di Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Kamis (01/02) sore, sekitar pukul 17.00 WIB. Dari kediamannya itu petugas mendapatkan barang bukti sabu seberat 14,75 gram yang masing-masing sudah dipaket dan siap jual, dua jimat yang biasa diselipkan di dompet, serta dua paket obat kuat.
Ditambahkannya pula, penangkapan tersangka berawal dari informasi dari masyarakat bahwa tersangka sering melakukan transaksi narkoba di wilayah seputar kediamannya. Kini Jaya mendekam di balik jeruji besi dan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Jo 127 tentang Narkotika. "Untuk hukumannya,  minimal 6 tahun penjara dan maksimal seumur hidup. Karena selain pengguna atau pemakai, tersangka merupakan pengedar," tegasnya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template