Nyaris Diselundupkan ke Timur Tengah, Tujuh Perempuan Dipulangkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Nyaris Diselundupkan ke Timur Tengah, Tujuh Perempuan Dipulangkan

Nyaris Diselundupkan ke Timur Tengah, Tujuh Perempuan Dipulangkan

Written By Admin Raka on Jumat, 02 Februari 2018 | 11.00.00

PURWAKARTA,RAKA- Tujuh orang wanita asal Kabupaten Purwakarta, nyaris jadi korban perdagangan manusia. Untungnya, petugas gabungan berhasil menggagalkan aksi dengan modus iming-iming bekerja di luar negeri mendapat gaji yang menggiurkan.
Kepala bidang Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Purwakarta, Tuti Gantini membenarkan terkait kasus tersebut. Ketujuh korban ini, merupakan para perempuan usia produktif. Mereka, hendak dikirim ke luar negeri oleh salah satu sponsor untuk dijadikan asisten rumah tangga. "Mereka, hendak disalurkan dengan menggunakan jalur ilegal," ujar Tuti, kepada sejumlah awak media, Kamis (1/2).
Tuti menjelaskan, kasus ini diketahui setelah jajarannya mendapat laporan dari warga Kabupaten Bandung Barat, akhir pekan kemarin. Dalam laporan tersebut, dikabarkan ada beberapa warga Purwakarta yang diiming-imingi oleh sponsor untuk bekerja di luar negeri dengan menggunakan jalur ilegal. "Saat itu juga, tim gabungan termasuk dari kepolisian, melakukan sidak ke Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) dan perusahaan penyalur buruh migran di Jakarta," jelas dia.
Benar saja, di lokasi itu ada sekitar 79 warga dari berbagai daerah yang siap diberangkatkan untuk menjadi buruh migran. BLKNL ini, diduga dijadikan penampungan oleh dua perusahaan penyalur TKI. Yakni, PT Restu Putri Indonesia dan PT Hasindo Karya Niaga. Dari 79 orang buruh migran non prosedural itu, tujuh orang di antaranya merupakan warga Purwakarta.
Adapun ketujuh orang ini, masing-masing Nendah (29) warga Kampung Krajan, Desa Situ, Kecamatan Pondoksalam, Ijah Khadijah (31), warga Desa Cibogo Girang, Kecamatan Plered, Rani (28), warga Desa Sindangpanon, Kecamatan Bojong. Siti (28), warga Kampung Cigotong, Desa Rawasari, Kecamatan Plered. Sri Sulastri (28), warga Kampung Babakan, Desa Cibodas, Kecamatan Sukatani. Lalu, Titin (36), warga Kampung Jatijajar, Desa Sukatani, Kecamatan Sukatani. Serta, Iis Sa'adah (42), warga Desa Legokhuni, Kecamatan Wanayasa. Saat ini, ketujuh warga tersebut telah dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.
Tuti mengaku kecolongan atas peristiwa ini. Terlebih, ketujuh warga ini hendak diberangkatkan ke negara Timur Tengah dan Malaysia. Padahal, negara tujuan mereka ini, merupakan negara tujuan yang telah dijadikan moratorium oleh Pemkab Purwakarta.
Sesaat setelah kepulangan dari penampungan di Jakarta, dirinya sempat membawa ketujuh warga ini untuk menemui bupati. Bupati pun sempat menyinggung, jika cara mereka untuk bekerja ke luar negeri itu salah. Apalagi, sampai saat ini Pemkab Purwakarta, masih memberlakukan moratorium TKI ke beberapa negara, termasuk Timur Tengah. Selain wejangan, kata dia, bupati memberikan uang saku kepada mereka. Bantuan tersebut, bisa mereka gunakan untuk modal usaha di kampung. Jadi, tak perlu meninggalkan keluarga demi bekerja di luar negeri. Karena, dengan bantuan ini mereka bisa tetap produktif dengan berniaga. (gan)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template