Numpang Tinggal di Emperan Orang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Numpang Tinggal di Emperan Orang

Numpang Tinggal di Emperan Orang

Written By Admin Raka on Sabtu, 03 Februari 2018 | 17.30.00

Rio Sang Pemenang Kemilau DMD

KOTABARU, RAKA - Sungguh memprihatinkan kondisi kediaman Rio Saputra (17) yang sempat menggegerkan warga Karawang bahkan Indonesia karena berhasil menjadi juara di ajang kemilau DMD belum lama ini. Rio yang merupakan siswa kelas XI MA Al Ahliyah Bakanmaja Kotabaru, itu sudah lama tinggal yang sangat tidak layak untuk tempat tinggal pada umumnya.
Rumah yang beralamat di Kampung Daringo RT 02/05, Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kotabaru itu hanya menggunakan kayu layaknya kandang domba, bahkan bagian depannya hanya ditutup dengan kain sebagai pengganti dinding. Terdapat dua tempat tidur, pertama di bawah dan kedua di atas yang menjadi tempat tidur Rio. Yang lebih memprihatinkan lagi tempat tinggalnya itu numpang di emperan orang lain.
Kediaman sang juara dangdut itu ternyata hanya menumpang di lahan orang lain, ukuran tempat tidurnya pun sangat kecil. Bahkan, keberadaan tempat tinggalnya pun hanya sebatas menempelkan ke tembok rumah orang lain dengan harapan dapat menyanggah secara kuat untuk dijadikan tempat tinggal keluarga Rio. "Warga diseluruh kampung ini bahkan pihak desa pun kaget saat melihat Rio ada di TV untuk ikut lomba kilau DMD, dengan membawa tekad jika menang uangnya akan dipergunakan ayahnya berobat. Semua warga disini sontak geger dan memang benar kondisi Rio itu seperti ini dia tinggal di gubuk dengan kondisi memprihatinkan, karena kedua orang tuanya sudah lama cerai," ungkap Ujang Tarma (41) warga Kampung Daringo RT 02/05, Desa Pangulah Selatan, kepada Radar Karawang, sembari menunjukan kediaman Rio Saputra pemenang kilau DMD asal Kotabaru itu, Jumat (2/2).
Menurutnya Rio sudah lama tinggal digubuk itu, tetapi dia melihat semangat serta motivasinya sangat tinggi, Rio tidak pernah putus asa berbagai upaya untuk bisa merubah kehidupannya terus dilakoni. "Dulu itu ayahnya (Warsa) tinggal di bawah, Rio di atasnya, karena kondisi yang bawah sudah rusak parah terpaksa ayahnya sekarang tinggal di masjid, sedangkan dia masih tinggal digubuk itu, padahal saya juga sempat menawarkan untuk dia tinggal di rumah saya aja yang dibelakang da kosong," katanya.
Dilokasi yang sama, Rokayah (55) Uwa Rio Saputra menceritakan, jika selama ini keponakannya tersebut tinggal digubuk kecil dengan kondisi sangat memprihatinkan. Meski demikian, Rio dikenal sebagai sosok anak yang berbakti dan rajin dalam beribadah. "Rio sebelumnya sempat izin pamit pergi untuk mau ke Jakarta, katanya mau ikut audisi dangdut, eh ternyata benar dia berangkat seorang diri," katanya.
Hal senada disampaikan Dewi Patimah (20) teman dekat Rio Saputra, bahwa saat dirinya berhasil menang dalam audisi kilau DMD, nyaris seluruh warga di wilayah ini nangis terharu dengan tekadnya. Hal itu dikarenakan, saat berangkat hanya membawa harapan agar ayahnya dapat diobati melalui lomba tersebut. "Rio sebelum berangkat ke rumah dulu, karena dia itu sering disini, dia ke Jakarta hanya bawa uang Rp 60 ribu, itu hasil dagangnya di sekolah. Kebetulan Rio sering jualan pisang coklat usaha saya, jadi dia untuk kebutuhannya didapatkan dari hasil jualannya," ucapnya.
Dia melanjutkan, jika selama ini memang sudah sejak lama Rio tinggal di rumahnya yang hanya tertutup kain saja. Hal itu tidak menjadikan dirinya pesimis, Rio sosok anak yang penuh semangat. "Rio udah lama tinggal di tempat itu, kalau untuk biaya sekolah dan jajannya sih. Dia sekolah sambil jualan, kasian memang melihat Rio sejak orang tuanya bercerai, dirinya tinggal seorang diri sedangkan bapaknya jadi merbot di Masjid," paparnya.
sementara itu, Rayem (37) Kakak Rio Saputra menambahkan, jika saat ini Rio masih berada di Jakarta karena msih mengikuti proses perlombaan dangdut di. Kini Rio sudah dapat bernapas lega, karena dirinya akan segera dibuatkan Rumah oleh Pemerintah Daerah. "Rio nya masih di Jakarta, terus iya benar Wakil Bupati Karawang, mau buatin rumah buat Rio, ya saya juga boro-boro bantu Rio saya pun orang susah, jadi alhamdulilah Rio kalau main ke rumah sini, dia selalu bilang mau jadi penyanyi. Terus da memang Rio itu sebenarnya penyanyi marawis, kami sedih karena bangga. Karena  Rio bisa berhasil menang," tandasnya. (ian)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template