Ngeri Lewat Bunderan Badami - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ngeri Lewat Bunderan Badami

Ngeri Lewat Bunderan Badami

Written By Angga Praditya on Rabu, 14 Februari 2018 | 17.00.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Rasa takut menghantui pengendara motor dan mobil setiap kali melintasi bunderan badami di ruas jalan Badami - Loji, Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat. Lubang jalan berukuran besar menyerupai kubangan kerbau menganga di tengah jalan siap menjebak kendaraan yang melintas di bunderan tersebut.
"Merasa dihantui ketakutan aja kalau lewat di bunderan Badami. Kubangannya itu gede banget dan dalam lagi. Kalau motor yang kejeblos bakalan parah rusaknya," ucap Saeful (44) warga Kecamatan Pangkalan, Selasa (13/2). Meski belum pernah masuk kubangan itu, Saeful yang mengaku setiap hari melintasi bunderan badami beberapa kali menyaksikan pengendara motor dan mobil terjeblos kubangan jalan itu.
Makanya dia lebih memilih antrean jalan ketimbang menanggung resiko terjebak kubangan tersebut. "Kalau mau selamat harus sabar antrean jalan yang tidak berkeroak," ucapnya. Saeful menjelaskan saking lebarnya kubangan jalan itu, nyaris memutus lalulintas baik menuju Loji maupun Karawang, karena hanya menyisakan separuh jalan untuk dilintasi dua arah. Sehingga mengakibatkan kemacetan.
Kondisi kubangan jalan kian diperparah dengan genangan air berlumpur menutupi permukaan kubangan. Namun, hal yang menimbulkan keheranan, meski kondisi jalan rusak itu sudah berlangsung lama, sampai saat ini tak kunjung diperbaiki. "Saya tidak tahu jalan ini kewenangan siapa. Tetapi itu kan hanya teknis, kalau pun kewenangan nya ada di pusat tapi yang melintasi kan warga Karawang. Mestinya mendapat perhatian pemda karawang," tandas Saeful.
Sementara warta (60) pak ogah yang setiap hari membantu mengatur lalulintas  di sekitar lokasi, justru mengaku kubangan jalan itu menjadi berkah bagi dirinya. Warga Kampung Pasir Mukti, Desa Sukaluyu, sehari bisa mengumpulkan puluhan ribu rupiah dari hasil menambal jalan dan mengatur lalulintas. Diakuinya sudah tiga tahun dia menjadi pekerja suka rela membantu pengguna jalan menambali jalan jelek dengan material seadanya. "Kalau lagi bagus bisa dapat Rp 40.000 sehari malah bisa lebih," ucapnya.
Meski demikian, lanjut dia, jika ada pekerjaan lain yang lebih baik, dirinya akan memilih pekerjaan itu. "Kadang saya suka batuk-batukan karena asap dari kendaraan yang lalu lalang, karena setiap hari saya tambali jalan dari material yang bisa saya dapatkan," tegasnya.
Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Telukjambe Barat, Ubaidillah. SH. ditanya soal kubangan jalan berukuran besar di bunderan badami, menerangkan jika pembangunan jalan itu sudah dilimpahkan ke Provinsi Jawa Barat. Bahkan sudah diposisikan akan dilakukan pembangunannya pada 2018 ini. Dirinya pun menyampaikan pagu anggaran sudah masuk ke rencana pembangunan di tahun sekarang. "Jalan itu masuk dalam plot pembangunan karena pagu anggaran sudah ada. Kewenangannya pun kini di tangan provinsi, namun dibutuhkan kesabaran karena proses pekerjaan tidak bisa secepat karena memerlukan waktu dan pelaksanaannya berjenjang," terangnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template