Nelayan Pakis Korban Crane Jatuh - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Nelayan Pakis Korban Crane Jatuh

Nelayan Pakis Korban Crane Jatuh

Written By Admin Raka on Kamis, 22 Februari 2018 | 12.30.00

PAKISJAYA, RAKA - Dua minggu silam, tepatnya tanggal 4 Februari menjadi hari paling kelam bagi keluarga Jaenudin, warga Dusun Pakis II RT 02 RW 07, Desa Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya.
Pria berumur 44 tahun yang dikenal sebagai nelayan itu menjadi korban proyek Double Double Track (DDT) di Jalan Matraman Raya, Jatinegara, Jakarta Timur. Dia tewas seketika setelah badannya tertimpa bantalan rel. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB, bermula saat kelima orang pekerja sedang menaikan bantalan rel dengan menggunakan alat berat jenis crane. Saat bantalan rel sudah berada di atas, dudukannya ternyata tidak pas sehingga bantalan rel jatuh menimpa korban. Dua orang pekerja langsung tewas di lokasi kejadian, yakni Jaenudin dan Dami Prasetyio. Jaenudin tewas lantaran luka di kepala sementara Dami ditemukan dalam kondisi badan hancur tertimpa crane. Sementara dua lainnya tewas saat akan diberi bantuan medis.
Empat belas jam kemudian, tepatnya pukul 19.35 WIB, jenazah korban yang sebelumnya diotopsi oleh tim forensik RS Polri Kramat Jati, dikembalikan kepada pihak keluarga.
Kepala Desa Tanjungpakis Karyo mengatakan, Jaenudin dikenal sebagai nelayan. Namun, dia memutuskan menjadi buruh proyek karena dalam beberapa waktu ini hasil laut kurang bagus. "Dia diajak oleh saudaranya bekerja sebagai buruh proyek di Jakarta beberapa bulan lalu. Namun kabar duka justru diterima keluarganya di Pakis," ujarnya.
Kepala Forensik RS Polri Edi Purnomo mengatakan, saat dipulangkan seluruh jenazah sudah dilengkapi dengan surat kematian serta dokumen identifikasi dari forensik RS Polri. Terkait luka-luka pada tubuh korban, tim forensik juga berupaya mengembalikan jasad dalam keadaan sebaik mungkin. Seperti korban yang kakinya putus, berhasil disambungkan lagi. Hal ini dimaksudkan agar membantu proses pemakaman korban. “Prinsipnya kita mengembalikan ke keluarga sebisa mungkin, sesempurna mungkin,” ujarnya. (rok/psn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template