Miras Disita, Terapis Dibina - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Miras Disita, Terapis Dibina

Miras Disita, Terapis Dibina

Written By Admin Raka on Rabu, 21 Februari 2018 | 17.45.00

PURWASARI, RAKA - Untuk mencegah operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang berada di wilayah Purwasari. Jajaran Kepolisian Sektor Purwasari melakukan razia atau operasi minuman keras dan tempat pijat refleksi.
Polsek Purwasari IPTU Rigel Suhakso mengatakan, kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan itu harus tetap berjalan walaupun tanpa pimpinan Kapolsek Sulton yang belum bisa memimpin pelaksanaan sektor penertiban dan keamanan di wilayah Purwasari. "Kapolsek Sulton masih belum bisa tugas dan sakit sehingga segala aktivitas sementara dipimpin saya," ucapnya.
Dalam kegiatan operasi malam kemarin di sejumlah desa yang ada di Purwasari, tercatat sebanyak 41 botol minuman keras diamankan, diantaranya 2 botol arak besar, 5 botol arak kecil, 4 botol vodka, 3 botol gilbey, 2 botol wiskey serta 15 botol minuman anggur dari toko jamu Defriadi yang berada di Kampung Warungkebon RT 03/04, Desa Purwasari. Selain itu diamankan juga 5 botol anggur besar dan 5 botol anggur kolesom di tempat yang sama pemilik warung yang berbeda. "Desa Purwasari paling dominam pemilik dan penjual minuman keras berkedok jamu," terangnya.
Berbeda dengan operasi yang dilakukan di Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari, disana banyak usaha panti pijat, seperti yang berada di Dusun Karajan RT 004/002, Desa Mekarjaya, sejumlah terapis diberikan pembinaan untuk tidak sampai melakukan praktek prostitusi terselubung dan menjual minuman keras. Sebab, jika terbukti tak segan jajaran kepolisian akan mengamnkan dan menutup usaha yang sudah berjalan puluhan tahun itu. "Ada dua lokasi panti pijat refleksi semua karyawannya perempuan tidak ada laki-laki," jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran petugas kepolisian menurunkan 14 personil, kemudian dibantu dengan anggota Satpol PP Kecamatan Purwasari. "Untuk pelaksanaan operasi senagja kita lakukan di malam hari, agar kegiatan mereka bisa diketahui," ungkapnya.
Salah satu pemilik toko jamu di Desa Purwasari, Muropik mengaku, jika dirinya hanya menyediakan minuman jamu sedangkan untuk minuman yang dimankan itu merupakan permintaan dari pelanggan. "Itu mah pesenan konsumen, nitip," kilahnya.
Sedangkan menurut salah satu pemilik tempat pijat di Desa Mekarjaya, Tati Hartati, dirinya hanya melaksanaan pekerjaanya tersebut sesuai dengan izin usahanya yaitu pijat refleksi pengobatan. "Hanya pijat saja, semua karyawan memang perempuan, tapi kami tidak menjual minuman keras ataupun praktek prostitusi," akunya. (yna)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template