Menyedihkan, Petani Panen 2 Ton per Hektare - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Menyedihkan, Petani Panen 2 Ton per Hektare

Menyedihkan, Petani Panen 2 Ton per Hektare

Written By Admin Raka on Selasa, 27 Februari 2018 | 18.30.00

TEGALWARU, RAKA - Petani di Kampung Ciputri, Desa Cintawargi, Kecamatan Tegalwaru mengalami gagal panen akibat serangan hama. Akibatnya mereka menderita kerugian dan yang nyaris tidak bisa menutupi harga beli pupuk serta biaya garap sawah untuk musim tanam berikutnya.
Berdasarkan pantauan Radar Karawang, kemarin, petani-petani yang mengalami gagal panen seperti  petani di Kampung Cilaksana Desa Cintalaksana, Kampung Cijati Desa Mekarbuana, Kampung Babakan Situ Desa Wargasetra, Kampung Babakan Harendong Desa Cintalanggeng dan petani Gunung Saat Desa Kutamaneuh. Keseluruhannya berada di wilayah Kecamatan Tegalwaru. Sementara kerugian yang diderita petani pun bervariasi. Ada yang bisa memanen 70 hingga 80 persen dari luas sawah yang ditanami padi bahkan ada yang hanya 50 persennya saja.
"Sawah kami diserang hama sundep, virus dan wereng. Kami tidak tahu harus bagaimana lagi mencari moda, karena dari total padi yang bisa dipanen ternyata belum bisa menutupi modal tanam berikutnya," ucap Asep, petani Kampung Cintalaksana, Desa Cintalaksana.
Asep sendiri mengaku biasanya berhasil memanen sebanyak 9 ton per hektare atau segagal-gagalnya bisa mendapatkan 6 ton/ha, tapi panen kali ini hanya bisa memanen 3 ton per hektare. Dengan jumlah panen itu Asep mengaku masih beruntung ketimbang rekan nya yang hanya bisa memanen di bawah dua ton per hektare. “Serangan hamanya sangat ganas, belum lagi hama blast. Saat padi usia tanam satu bulan saja, hama sudah menyerang, dan bukan tidak kita mengantisipasi, namun apa daya, berbagai upaya kita tempuh, tetapi tetap tidak berhasil," ucapnya.
Sementara  H. Yiyi (61) petani asal Gunung Saat, Desa Kutamaneuh mengatakan, pada musim tanam pertama atau rendeng menurutnya hasil panen masih cukup bagus bisa diperoleh hampir sekitar 6 ton per hektare dengan varietas padi Ciherang tetapi di musim tendangan sekarang panennya anjlok luas biasa. “Kalau hasil panen dua ton, jangankan bisa dapatkan laba dari hasil tanam, ini bekas biaya garap saja kurang,” kata Yiyi.
Saat ini, menurut dia, harga produksi tanam padi per hektarenya bisa  mencapai Rp 1,5 juta - Rp 2 juta per hektare, belum lagi biaya pekerja dalam satu bulan selepas padi di tanam, termasuk upah pekerja yang membersihkan rumput yang mengganggu pohon padi. "Panen kali ini kami cukup merugi, tetapi  kalau dilihat beruntung juga masih ada yang bisa di panen. Tetapi ada juga yang alami gagal panen sampai total tidak bisa di panen sama sekali," ungkapnya.
Sementara di tempat terpisah, Petugas Pertanian Lapangan Balai Pertanian dan Penyuluhan Kecamatan Tegalwaru, Didi. SP kegagalan panen inipun disebabkan ganasnya hama. Untuk itu Didi hanya berharap petani yang merugi sudah menjadi peserta asuransi tani. Sehingga kerugian bisa diminimalisir dengan ganti rugi dari pemerintah. Kendati diakui Didi, saat ini tidak semua petani di wilayahnya yang sudah menjadi anggota asuransi tani. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template