Komunitas Beatbox Minim Perhatian Pemerintah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Komunitas Beatbox Minim Perhatian Pemerintah

Komunitas Beatbox Minim Perhatian Pemerintah

Written By Admin Raka on Minggu, 18 Februari 2018 | 15.00.00

PURWAKARTA,RAKA- Komunitas Beatbox, yaitu komunitas seni yang mengandalkan alat ucap manusia seperti mulut, lidah, bibir, dan rongga-rongga ucap lainnya untuk menghasilkan sebuah irama, saat ini minim perhatian, terutama dari pemerintah daerah. Padahal, minat ini digemari anak muda dan bisa menyalurkan bakat positif generasi muda.
Beatbox Purwakarta sendiri pertama kali didirikan pada 25 Juni 2011. Kala itu komunitas ini hanya digagas oleh tiga orang beatboxer sebutan pemain beatbox. Ketiganya yaitu, Irman, Achwan dan Doni. Awal-awal didirikan memang banyak melakukan promo ke berbagai komunitas anak muda. Saat itulah Beatbox Purwakarta mulai ramai job manggung di acara-acara hiburan. Saking sering manggung kala itu banyak juga anak muda yang minat lalu ikut bergabung dengan Purwakarta BeatBox Comunity (PBC).
Imam Sukendar, pelatih Beatbox Purwakarta menceritakan, saat itu seni musik ini menarik minat anak muda. Selain itu dari panggung ke panggung ternyata banyak juga ahli beat boxer Purwakarta ikut bergabung di komunitas ini. “Pada tahun kedua sejak banyak jadwal manggung, makin banyak kenal sama beatboxer berbakat yang ada di Purwakarta, seperti Syahril, Jean, Musa, Johan, Hasby, dan Recky,” tuturnya.
Karena bakat keenam anak muda itu akhirnya, mereka dirangkul untuk bergabung di Purwakarta BeatBox Comunity. Tujuannya satu yaitu mengembangkan komunitas beatbox Purwakarta. “Dirangkul lah ke-6 beatboxer berbakat itu untuk memajukan beatbox di Purwakarta, Walaupun pada tahun berikutnya atau tepat tahun 2014 komunitas Beatbox Purwakarta sempat vakum karena alasan berbagai macam. Kondisi saat itu tentu membuat sebaian anggota beatbox mulai jarang ikut kumpul latihan," jelasnya.
Setahun kemudian, atau 2015 Beatbox Purwakarta kembali muncul setelah beberapa beatboxer asal daerah tetangga ikut bergabung dan tinggal di Purwakarta. Kini meet up atau latihan rutin terus jalan seminggu sekali di hari Sabtu setiap pukul 14.00 para beatboxer kumpul di kantin alun-alun Purwakarta. “Latihan hari Sabtu jam 2 sampai selesai di kantin alun-alun (dekat Departemen Agama) Purwakarta,” tutur Imam.
Tidak semua anggota Beatbox Purwakarta jago bermain beatbox. Pasalnya di komunitas ini ada kelas atau tingkatan tersendiri. Yaitu mulai dari basic class, middle class dan pro class. "Biasanya kalau yang awam dan baru mengenal beatbox masuk di kelas basic dulu. Sedangkan yang sudah bisa tapi belum lancar mereka akan masuk middle class, dan yang sudah lancar dan siap manggung masuk di klas pro," tutupnya. (cr2)







Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template