Kesal tak Punya Gedung, Komite Mau Bubarkan SMPN 5 Klari - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kesal tak Punya Gedung, Komite Mau Bubarkan SMPN 5 Klari

Kesal tak Punya Gedung, Komite Mau Bubarkan SMPN 5 Klari

Written By Mang Raka on Minggu, 11 Februari 2018 | 08.00.00

KLARI, RAKA - Kesal karena belum memiliki bangunan sendiri, Ketua Komite SMPN 5 Klari Abdul Halim uring-uringan. Kepala Desa Duren itu bahkan berniat membubarkan sekolah yang baru berdiri lima tahun tersebut.
"Saya tidak main-main. Jika tahun ini SMPN 5 Klari belum memiliki bangunan sekolah sendiri, saya akan bubarkan sekolah," ungkapnya kepada Radar Karawang, Kamis (8/2) kemarin.
Menurut Halim, kinerja Pemerintah Kabupaten Karawang khususnya Dinas Pendidikan sangat mengkhawatirkan. Karena sampai saat ini hanya selalu memberikan angin surga bagi setiap siswa dan keluarga besar SMPN 5 Klari, yang menjanjikan akan segera dibangunan gedung sendiri. "Dari tahun 2013, sejak sekolah ini baru berdiri sudah mengajukan pembangunan gedung, tapi kenyataannya sampai saat ini belum ada realisasinya. Buruk sekali kinerja Pemerintah Kabupaten Karawang terhadap pendidikan," ucapnya.
Bagian Kurikulum SMPN 5 Klari Ani Semmiaji menjelaskan, sejak sekolah berdiri tahun 2013 hingga meluluskan dua angkatan, belum memiliki bangunan sendiri. Tercatat kata dia hampir setiap tahunnya jumlah siswa semakin bertambah, begitu juga jumlah rombongan belajarnya. Namun jika hanya terus mengandalkan bangunan SMPN 1 Klari, kegiatan belajar mengajar tidak akan maksimal. Karena siswa harus bergantian menggunakan sarana dan prasarana sekolah. "Sampai dengan tahun ajaran 2017 sampai 2018 sekarang ini, perkembangan jumlah siswanya sudah mencapai 22 rombongan," jelasnya.
Tidak hanya itu, letak geografis SMPN 5 Klari di tengah-tengah perumahan, tidak akan bisa menampung jumlah anak SD yang melanjutkan ke tingkat SMP. "Kegiatan belajar siswa juga sudah kurang kondusif, jadi sangat perlu untuk dibangunkan," tuturnya.
Seorang siswi SMPN 5 Klari, Adila Isna Khaerunnisa, mengaku ingin sekali memiliki bangunan sekolah sendiri. Menurutnya, mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah lain berbeda dengan belajar di sekolah sendiri. "Ingin banget punya bangunan sekolah sendiri, jadi tidak harus numpang lagi. Bosan masuk siang terus, kita juga ingin masuk pagi kayak siswa lain," akunya. (yna
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template