Kartika Histeris Divaksin - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kartika Histeris Divaksin

Kartika Histeris Divaksin

Written By Admin Raka on Rabu, 28 Februari 2018 | 15.30.00

Pelajar Lelaki Sembunyi di MCK dan Kantin Sekolah

TEMPURAN, RAKA - Teriakan allahu akbar dan istigfar memarnai imuninisasi difteri di SMAN 1 Tempuran. Bahkan disertai pekikan rasa sakit dan permintaan agar menyuntikan vaksinnya perlahan-lahan. Sementara sebagian lagi nekat bersembunyi di toilet sekolah dan kabur dari kelas karena takut. 
"Allaaahu Akbar, astagfirullahaladzim. Nyeri, ya Allah tidak Mau. pelan-pelan bu, sakit. Tolong." Kartika, siswi kelas XII IPA 3 SMA Tempuran berteriak histeris dan meminta petugas imunisasi difteri dari Puskesmas Tempuran agar pelan-pelan menyuntik vaksin difteri. Dia ketakutan ketika menyaksikan petugas akan menyuntikkan jarum suntik ke lengan kirinya, Selasa (27/2).   
Sebanyak 353 siswa Kelas XII SMAN 1 Tempuran melaksanakan vaksin difteri tahap 2 sebelum proses belajar mengajar. Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Tempuran, Endra Wahyudi S.Pd mengatakan, jumlah siswa yang disuntik sebanyak 98 orang dari total siswa 353 siswa. Sementara yang ditunda 6 orang karena alasan sakit sedang sisanya 249 siswa berjanji akan datang sendiri ke Puskesmas Tempuran untuk vaksin susulan.
Selama berlangsung imunisasi, ucap Endra, petugas imunisasi dan pihak sekolah kerepotan menertibkan para siswa. Bahkan ada yang mendadak mengaku sakit, belum sarapan, keluar dari kelas, menangis histeris, bahkan rela bersembunyi di kantin sekolah dan MCK akibat ketakutan. "Beruntung para wali kelas cekatan dan langsung menjaga setiap pintu ruangan kelas agar tidak ada siswa yang keluar kelas. Hasilnya sebanyak sembilan kelas siswa berhasil disuntik difteri," ucap Endra.
Kendati demikian, Endra tidak memungkiri banyak pelajar putrinya yang menangis histeris dan berteriak-teriak menolak untuk disuntik. Bahkan dengan berbagai alasan, ada karena gangguan kesehatan bahkan berusaha kabur dari kelas. "Yang perempuan nangis histeris, yang cowoknya itu ada yang sembunyi di WC dan kantin sekolah, karena kalau keluar sekolah kan tidak mungkin karena ada satpam dan gerbangnyapun ditutup," katanya.
Sementara itu, meredam keriuhan para siswa disetiap kelas, Kepala SMAN 1 Tempuran, Dudi Mulyadi SY langsung meminta petugas kesehatan agar menyuntikan vaksin imunisasi difteri padanya, sekaligus memberikan contoh agar para siswa tidak usah takut dan cemas saat di vaksin maupun dampak setelah divaksin. Lagi pula, jelas Dudi, hal vaksin difteri itu menyehatkan, karena pihak Puskesmas juga sering menanyakan dan menunda bagi mereka yang sakit untuk di vaksin. "Saya masuk kelas dan langsung di vaksin sendiri, tidak apa-apa ," kata Dudi.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Tempuran, Abul Ajiz SKm mengatakan, difteri tahap 2 imunisasinya terus ia lakukan termasuk ke sekolah-sekolah. Dosis kandungan vaksin juga sama dengan tahap pertama. Bagi siswa atau masyarakat yang belum diimunisasi karena sebelumnya berhalangan hadir, atau tertunda karena sakit, bisa menyusul lagi di Puskesmas, karena pihaknya juga buka Posko ORI (Outbreak Response Immunization). "Kita terus vaksin ke sekolah-sekolah tahap 2 ini, bagi yang belim silahkan menyusul dan datangi Posko ORI di puskesmas," ungkapnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template