Kamis Divaksin, Jumat Lumpuh - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kamis Divaksin, Jumat Lumpuh

Kamis Divaksin, Jumat Lumpuh

Written By Admin Raka on Rabu, 28 Februari 2018 | 12.00.00

Jalu tak Dirawat karena tak Ada Biaya

JAYAKERTA, RAKA - Nasib Muhammad Hasby Jalu Palestin, balita berusia 2,5 tahun asal Dusun Cibenda RT 11/03 Desa Makmurjaya, Kecamatan Jayakerta, memprihatikan. Berniat ingin terhindar dari virus difteri, namun berselang sehari setelah divaksin malah mengalami kelumpuhan.
Anak kelima dari pasangan Edi (42) dan Masni (35), pada Kamis (15/2) lalu, mengikuti imunisasi difteri di Posyandu Durian IV yang dilaksanakan Puskesmas Jayakerta. Namun balita yang lahir bertepatan dengan meletusnya perang Palestina-Israel tersebut keesokan harinya mengalami demam tinggi, dan terjadi perubahan pada fisiknya yang menyebabkan tidak dapat berdiri pada Jumat (16/2) malam.
Masni mengatakan, sebelum disuntik difteri anaknya dalam kondisi sehat dan lincah seperti balita pada umumnya. Namun setelah diimunisasi, kondisi anaknya sungguh mengkhawatirkan dan diduga mengalami kelumpuhan. "Sebelumnya anak saya sehat, namun setelah disuntik difteri di posyandu sekitar 09.00, reaksinya terasa ketika pukul 12.00. Kondisinya panas dan lemas tidak bisa berjalan seperti biasa," ujar Masni kepada Radar Karawang di kediamannya, Selasa (27/2).
Ia melanjutkan, seminggu sebelum diimunisasi, anaknya itu mengalami batuk dan pilek. "Waktu itu kami kasih obat parasetamol," tuturnya.
Karena khawatir melihat kondisi anaknya, Edi membawa anaknya ke Rumah Sakit (RS) Proklamasi Rengasdengklok, Rabu (21/2) sore, sekitar pukul 17.00. Namun tak banyak perubahan, hingga saat ini balita tersebut tidak bisa menggerakan kaki dan tangannya. Bahkan hampir tidak bisa menopang kepalanya sendiri karena lemas pada bagian leher. "Karena demamnya semakin tinggi, saya bawa ke RS Proklamasi. Mau dibawa ke puskesmas sudah tutup. Dan pihak rumah sakit menyarankan untuk dirujuk ke RSUD Karawang atau RS Hasan Sadikin Bandung, tapi kan perlu biaya banyak. Sedangkan kondisi ekonomi kami lemah, karena seminggu sebelumnya, kakaknya juga baru pulang dari rumah sakit," keluhnya.
Edi berharap anaknya bisa sembuh seperti sedia kala. Karena dia tidak tega melihat penderitaan yang dialami Hasby yang tidak bisa bermain seperti biasanya. "Saya tidak tega, sepanjang hari dan malam anak kami nangis terus. Tak tahu rasa sakit apa yang dirasakannya," harapnya.
Sementara itu, Case Manager RS Proklamasi Rengasdengklok Nurdiana membenarkan menerima pasien balita bernama Muhamad Hasby dengan keluhan mengalami kelumpuhan, Rabu (21/2). Dia juga mengatakan jika keluarga bayi malang itu memberi keterangan kelumpuhan terjadi setelah disuntik difteri. "Memang dari keluarga mengatakan penyebab penyakitnya setelah disuntik difteri, tetapi kami belum bisa memastikan penyebab sebenarnya. Karena diperlukan pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya.
Selain itu, keterbatasan alat yang dimiliki RS Proklamasi, kata Nurdiana, pihaknya menyarankan keluarga Hasby membawanya ke RSUD Karawang atau RS Hasan Sadikin Bandung. "Kami rujuk namun keluarga memilih pulang atas permintaan sendiri," ungkapnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak Puskesmas Jayakerta belum memberikan keterangan resmi. Pasalnya saat berusaha dikonfirmasi, petugas yang menangani imunisasi balita tersebut tidak berada di tempat, bahkan telepon genggamnya pun tidak aktif saat dihubungi. "Yang menanganinya ini kan mantri Ahmadi, sekarang gak ada, teleponnya juga gak aktif," ujar Bidan Koordinator Kesehatan Ibu dan Anak Leni Predica.
Saat ini kejadian tersebut ditangani Polsek Rengasdengklok. Ditemui di kediaman keluarga Hasby, terlihat Kapolsek Rengasdengklok Kompol Suparman beserta jajarannya melihat kondisi balita yang diduga menjadi korban imunisasi difteri. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template