Kades Jangan Wariskan Hutang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kades Jangan Wariskan Hutang

Kades Jangan Wariskan Hutang

Written By Admin Raka on Senin, 19 Februari 2018 | 15.00.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Sebanyak 67 kepala desa di Karawang tahun ini habis masa jabatannya. Namun, sebelum berakhir mereka diultimatum untuk tidak mewariskan hutang.
Memastikan hal itu, Inspektorat Karawang berencana melakukan pemeriksaan terhadap 67 pemerintah desa dengan pemeriksaan khusus (Riksus) yang kepala desanya akan habis masa jabatan secara detail menyeluruh dalam dokumen 5 tahun terakhir. "Setelah Pemeriksaan Tertentu (Riktu) khusus Dana Desa dan Pemeriksaan Reguler tahunan yang menggarap APBD 2,  pihaknya akan menyelami desa-desa di bulan ke enam tahun ini dengan Pemeriksaan Khusus (Riksus) akhir masa jabatan," ucap Inspektur Pembantu (Irban) II Inspektorat Karawang, Mukhlis Villy, akhir pekan (17/2) kemarin. 
Dikatakan Mukhlis, jumlah desa yang akan digarapnya sebanyak 67 Desa yang SK Kadesnya akan berakhir tahun ini. Tidak tanggung-tanggung, pemeriksaan 5 tahun sekali ini akan lebih detail dan rinci garapannya, karena yang diperiksanya adalah APBDes, ADD, DBH, PADes. Asset/Bengkok Desa dan Bantuan Gubernur. "Selama lima tahun terakhir. Termasuk semua penerimaan yang masuk ke desa berikut fisiknya akan dimonitor secaca komprehensif," tambah Mukhlis. 
Pemeriksaan ini merupakan konsekuensi pekerjaan, karenanya sudah seharusnya ada pemeriksaan. Intinya, sebelum berakhir masa jabatan kepala desa harus steril dan tidak meninggalkam warisan-warisan negatif, betapapun yang bersangkutan yang akan jadi Kades lagi, atau yang lainnya. "Riksus ini akan digelar di bulan enam, dimana semua dokumen 5 tahunan pemerintah desa akan digarap secara detail dam khusus," katanya.
Mukhlis menambahkan, pemeriksaan ke 67 kades yang akan berakhir masa jabatannya ini sebutnya, untuk memastikan bahwa Pemerintahan yang dipimpin selama 5 tahun terakhir rapi dan tidak meninggalkan hutang. Sebab bisa saja kalau dibiarkan tanpa ada pemeriksaan, aset-aset desa seperti bengkok yang disewakan belum diurus pengembaliannya, atau juga pajak-pajak setiap pembangunannya ternyata masih menunggak. Ini, selain rawan disalahgunakan incumben dalam pencalonan, juga mengancam kredibilitas tata kelola pemerintahan di desa-desa.
Karenanya, kalau sampai ada temuan, misalnya LHP masih jauh dari kata sempurna, inspektorat berkewajiban melaporkan ke bupati, bahkan saat Pelayanan Satu Atap (Yantap) Pilkades di DPMD, juga masih terlibat nyalon sementara hutang belum tuntas. Bisa saja eksekutor tim mengancam menggugurkan pencalonannya saat Verifikasi, itupun jika LHP temuannya tidak kunjung diperbaiki dalam tempo waktu 60 hari paska Riksus.
Jangan main-main dengan Riksus 5 tahunan ini, lanjut Mukhlis, maka sebelum Juni, ada baiknya, semua Kades segera merapikan dan mempersiapkan diri. "LHP akan dibahas di tingkat Penyelenggara, tunggakan Kades,  pajak kah bertahun-tahun. Disposisinya dari bupati ke PMD kemudian dibahas ke panitia eksekusi setelah verifikasi. Intinya jangan sampai ada warisan hutang," katanya.
Sementara itu, di Kecamatan Cilamaya Wetan, selain Desa Mekarmaya dan Muarabaru yang akan berakhir masa jabatan kepala desanya juga Desa Tegalsari. Dikatakan kadesnya, Nana Suryana, pihaknya akan meletakan jabatan kades diakhir tahun ini. Soal Riksus dari inspektorat, diakuinya sudah siap pada saatnya nanti, karena untuk memenuhi setiap kesempurnaan jabatan, harus disiapkan saat ini. Seperti semua memori dan laporannya, adapun kekurangan - kekurangan bisa dipenuhi, jikapun kalau ada temuan, diusahakan seminimal mungkin waktunya bisa dimanfaatkan untuk memenuhinya. "Saat ini saya terus menggarap persiapannya, disamping pemeriksaan regulernya juga," tandasnya.
Kades Muktijaya Kecamatan Cilamaya Kulon, Sawa Isyarot mengatakan, di kecamatannya ini ada tiga desa yang berakhir masa jabatan kadesnya, yaitu Muktijaya, Bayurlor dan Sumurgede. Pihaknya mengaku siap di Riksus, karena memang enggan meninggalkan hal-hal yang belum rapi diakhir masa jabatannya. Disinggung apakah dirinya berniat nyalon lagi di Pilkades 2019 mendatang.
Sawa menjawab diplomatis dirinya akan melihat dulu pemetaan kedepannya, kalau ada kesempatan dan kembali didorong masyarakat sebutnya, tidak menutup dirinya akan kembali maju. "Persiapan Riksus sudah kita lakukan. Kita tidak mau banyak temuan diakhir jabatan kades," ungkapnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template