Kades Bisa Bubarkan Koperasi Bodong - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kades Bisa Bubarkan Koperasi Bodong

Kades Bisa Bubarkan Koperasi Bodong

Written By Mang Raka on Minggu, 11 Februari 2018 | 17.00.00

TELAGASARI, RAKA - Bank emok santer dikabarkan menyelinap di bawah kendali oknum-oknum lembaga perkoperasian. Namun, hal itu dibantah Dinas Koperasi dan UKM Karawang yang memastikan bahwa tidak satupun Koperasi di Karawang bergerak dalam sistem bank emok.
Dikatakan Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Karawang Surisno, dari 1.500 koperasi yang ada di Karawang, tidak ada satupun simpan pinjam sistem bank emok. Jika ada kabar di belakang bank emok itu ada dana-dana suntikan dari koperasi, menurutnya hal itu adalah bohong. Sebab, semua koperasi di Karawang bergerak atas dasar dari anggota, oleh anggota dan untuk anggotanya. Betapapun, sepanjang tahun 2017 kemarin, pihak Kemenkumham dan dinasnya bekukan 11 koperasi tapi tidak ada kaitan dengan urusan mengendalikan bank emok dari sisi permodalannya. "Kalau ada yang bilang bahwa bank emok itu koperasi, saya pastikan itu bohong," katanya saat di Telagasari.
Alasannya, sambung Risno, koperasi itu dibentuk oleh anggota dan pendanaan juga oleh anggota yang usahanya disepakati berdasarkan kebersamaan hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT), termasuk simpan pinjamnya juga diatur dalam Peraturan Menteri Koperasi (PermenKop) tahun 2015 lalu.  Apalagi, dari 1.500 koperasi yang ada, semuanya berbadan hukum Kemenkumham, termasuk cabangnya. Dinas Koperasi memberikan fasilitasi izin lingkungannya. Untuk itu, sambung Risno, berdasarkan Perbup Nomor 10 tahun 2017 Camat dan pejabat terkait seperti kades dan trantib mempunyai kewenangan membubarkan koperasi jika tanpa ada badan hukumnya. Sebab, jika tanpa ada legalitas itu, izin lingkungan, Situ dan SIUP juga otomatis tidak dipenuhi koperasi yang dimaksud, termasuk 11 koperasi yang dibubarkan itu. Ada diantaranya yang tidak berbadan hukum, atau memang kolaps. "Camat dan trantib berwenang kok bubarkan koperasi gak berizin, silahkan sisir di lapangan," pintanya.
Ia berharap, masyarakat dan pejabat pemerintah mewaspadai koperasi tak berizin. Karenanya, koperasi sebagai sokok guru, sebenarnya mampu mengatur sirkulasi keuangan, sehat dan terhindar dari kolektabilitas tinggi, kalau semua anggotanya kompak, baik dalam musyawarah, RAT maupun pemeliharaan aset dan usahanya. "Terkecil melihat koperasi itu sehat atau tidak lihat dulu, apakah melaksanakan RAT atau tidak," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template