Jembatan Patah di Tirtamulya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jembatan Patah di Tirtamulya

Jembatan Patah di Tirtamulya

Written By Admin Raka on Senin, 05 Februari 2018 | 12.15.00

Banyak yang Jatuh, Masih Dilalui Warga

TIRTAMULYA, RAKA - Warga Kampung Karang Benda, Desa Karangsinom, Kecamatan Tirtamulya, setiap hari melawan maut. Bukan karena bosan hidup, tapi mereka terpaksa melalui jembatan patah jika ingin keluar kampung.
Berdasarkan pantauan Radar Karawang, kondisi jembatan sepanjang 9 meter dan lebar 7 meter itu sudah sangat parah sekali. Selain dinding penyangga jembatan yang sudah retak dan nyaris hancur, pondasinya juga sudah lapuk. Parahnya, jembatan itu pun sudah mulai cekung sedalam 70 sentimeter. Agar kondisinya tidak semakin parah, warga setempat menutupi patahan jembatan dengan tanah dan batu-batu kecil saja.
Edi (42), tokoh masyarakat Kampung Karang Benda mengatakan, kendaraan proyek yang melebihi beban kerap melintas, saat di wilayah lain ada pengerjaan perbaikan jembatan. Akibatnya, jembatan yang menjadi akses satu-satunya warga Karangsinom patah. "Jembatan tidak kuat menahan beban kendaraan berat setiap hari. Jadi kelihatan mulai cekung jalannya," ungkap Edi kepada Radar Karawang saat ditemui di lokasi, Minggu (4/2).
Masih dikatakan Edi, karena banyak orang yang terjatuh saat melintasi jembatan, dia bersama warga berinisiatif untuk melakukan perbaikan sementara. Agar rasa takut warga saat melintas sedikit berkurang. "Iya untuk sementara waktu, kami warga disini coba tutupi dengan tanah dan batu-batu kecil saja, biar cekungannya tidak terlalu dalam. Ini sudah 2 minggu kami coba ratakan jalannya," katanya.
Menurutnya, jembatan sudah terlihat rusak sejak dua tahun lalu. Namun belum juga ada perbaikan. "Katanya sih bulan Maret mau diperbaiki," tuturnya.
Warga Kampung Karang Benda yang sering bertugas menjaga jembatan, Heri (22) mengatakan, setiap hari sejak pagi hingga sore secara bergiliran warga berjaga di jembatan. Agar pengendara motor, mobil atau warga yang berjalan kaki, bisa diberi peringatan agar hati-hati saat melintasi jembatan. "Takutnya nanti tiba-tiba ambruk," jelasnya.
Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Karawang Suradi Sotan Sobari yang juga warga Kampung Maja RT 09/05, Desa Karangsinom, mengatakan, jembatan penghubung antarkampung itu sudah menjadi akses utama warga selama ini. Tapi sekarang keadaanya semakin parah, dan perlu segera diperbaiki. "Jembatan ini dibangun kurang lebih 10 tahun lalu. Sekarang rusak parah. Pemerintah Desa Karangsinom harus cepat bertindak," ujarnya. 
Hingga berita ini diturunkan, Kades Karangsinom Eneng Ahyat belum berhasil diwawancarai. (ian)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template