Imunisasi Difteri Tahap Dua Belum Capai Target - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Imunisasi Difteri Tahap Dua Belum Capai Target

Imunisasi Difteri Tahap Dua Belum Capai Target

Written By Admin Raka on Selasa, 06 Februari 2018 | 13.00.00

PURWAKARTA,RAKA- Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) tengah menggalakan outbreaks repons immunization (ORI) tahap ke dua atau dikenal imunisasi untuk merespon kejadian luar biasa penyakit difteri. Masyarakat diminta mengizinkan anaknya untuk diimunisasi.
Kepala UPTD Puskesmas Purwakarta dr. Anno mengatakan, dari tahun 2017 sudah 34 lebih orang yang terkena penyakit difteri. "Sudah di atas 34 orang positif di tahun 2017 dan sekarang sudah sembuh, difteri tahun 2016 dan 2017 menyebabkan satu orang meninggal," terang Anno kepada Radar Karawang, Senin (5/2).
Dia juga mengatakan, ORI tersebut akan dibagi menjadi tiga tahapan dan tahap kedua akan diselenggarakan selama bulan Februari. "Semua dikunjungi lagi dan mendapatkan vaksin yang ke dua. Se-Kabupaten 310.000 anak yang di beri vaksin tahap ke dua usia 1 tahun sampai kurang dari 19 tahun," terangnya.
Ia juga mengatakan, pelaksanaan tersebut baru berjalan sampai ke 93 persen dan belum sesuai target. "Harusnya tahap pertama 95 persen tahap ke dua dan ke tiga juga sama 95 persen, cuma kali ini belum sesuai target," paparnya.
Ia juga mengatakan, kendala yang dihadapi ialah kesadaran orang tua untuk ikut serta dalam pemberian vaksin. "Kendalanya kalau anak balita, orang tuanya takut sakit jadi anaknya tidak dibawa. kedua, orang tuanya bekerja, kadang-kadang hanya sebagian kecil masyarakat tidak mau imunisasi dan masih belum sadar pentingnya imunisasi, walaupun sudah banyak jadi korban tapi tetap tidak mau," jelasnya.
Ia juga mengatakan, kalau untuk sosiaslisasi imunisasi sudah masuk ke sekolah dan guru-guru dan penerimaannya bagus, serta para murid juga mau diimunisasi. "Vaksin ADS (Anti Difteri Serum) untuk pengobatan terbatas, sehingga harus selektif memberikan vaksin dan pengadaanya harus impor karena biofarma belum memproduksi lagi," jelas ia.
Selain itu lanjut Anno, usia 45-75 tahun banyak yang menderita hipertensi terhitung 3.225 orang dan usia 15-44 tahun infeksi saluran pernapasan akut terhitung jumlahnya 110.000 orang, dispepsia (pebyakit lambung) 970 orang, miyalgia ( nyeri otot) 963 orang. "Pencegahan yang efektif kalau sakit, pakai masker dan mencuci tangan pakai sabun. untuk mencegah penyakit infeksi saluran pernapasan akut, karena penyebarannya cepat," imbuhnya.
Dirinya juga mengimbau dan menekankan untuk anak-anak sesuai umur, agar bisa mendapat imunisasi dosis kedua. "Sehingga nantinya anak-anak bisa kebal terkena penyakit difteri, dan orang tua jangan takut membawa bayi dan balita juga remajanya, karena vaksin ini termasuk vaksin yang aman upaya kita mencegah dan menyelamatkan warga Purwakarta, supaya terhindar dari penyakit difteri di masa yang akan datang," pungkasnya. (cr2)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template