Harga Kembang Kol Anjlok - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Harga Kembang Kol Anjlok

Harga Kembang Kol Anjlok

Written By Admin Raka on Minggu, 25 Februari 2018 | 14.00.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Harga kembang kol sedang tidak menguntungkan petani. Pasalnya, faktor cuaca dan serentaknya masa panen diberbagai desa dan kecamatan, ikut menyumbang tergereknya harga sayuran yang ditanam diperkebunan dan sawah masyarakat.
Tokoh tani Desa Ciwaringin, H Nana Nurundana mengatakan, sempat meninggi seperti varietas ketan pada tanaman padi, kembang kol juga mulai anjlok harga dari biasanya. Sayuran yang hampir sama dengan brokoli ini dibanderol seharga Rp 1.500 perkilogramnya, padahal sebut Nana, harga sebelumnya berada di kisaran Rp 6000 - Rp 7000 perkilogramnya.
Sementara faktor yang mengakibatkan anjloknya harga kembang kol, khususnya di Desa Ciwaringin, karena selain faktor cuaca, juga ditopang dengan banyaknya petani yang mulai tanam kembang kol serupa diberbagai desa dan kecamatan, bahkan panennya berlangsung serentak. Kondisi ini yang membuat kembang Kol kurang beruntung harganya seperti sekarang, karena rengkulaknya juga ikut bermain harga. "Banyak yang tanam dan banyak yang panen serentak, ya harganya jadi murah," katanya.
Petani Pulojaya, Mahmud mengatakan, harga kembang kol diakuinya sedang anjlok saat ini, itu karena semakin banyaknya masyarakat tani yang memanfaatkan lahan sawahnya pasca panen musim rendeng kemarin untuk ditanami palawija, termasuk brokoli dan kembang kol. Sayangnya tanam dan panen serentak hingga faktor cuaca menyebabkan kembang kol saat ini harganya turun, sehingga membuat para petani mengeluh atas hasil perawatan dan biaya modal selama masa per tanaman, antaranya memilih panen muda ketimbang menambah biaya modal sampai matang." kalau kualitas Mah, stabil cuma harga aja yang turun ya karena para tengkulak itu," Katanya.
sebenarnya, penanaman kembang kol yang marak di kecamatan Lemahabang ini adalah sebagai alternatif dari kejenuhan petani, ketika hasil tanaman padi selalu gagal bahkan beberapa di antaranya memilih sistem tumpang sari yaitu selang antara kebun dengan sawah agar bisa terselamatkan salah satu diantaranya, kondisi kembang kol di musim ini justru belum membuat untung para petani.  Meskipun demikian, ia berharap para petani lewat kelompok-kelompok taninya tidak mudah puas karena kembang kol ini adalah sebagai tanaman cadangan untuk menambah kembali modal sawah pada saat pasca panen. "Tanamnya harus terus dilanjutkan sebagai alternatif tambahan penghasilan usaha tani pasca panen," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template