Gepeng di Karawang Ada yang Menyuplai - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gepeng di Karawang Ada yang Menyuplai

Gepeng di Karawang Ada yang Menyuplai

Written By Angga Praditya on Kamis, 01 Februari 2018 | 14.00.00

KARAWANG, RAKA - Saling tuding antara Satpol PP dan Dinas Sosial terkait anak jalanan (anjal) serta gelandangan dan pengemis (gepeng) yang berkeliaran lagi di jalan raya setelah terjaring razia, sempat mendapat sorotan Komisi A DPRD Karawang. Komisi ini menilai aksi lempar kesalahan antar lembaga pemerintahan itu mestinya ditanggapi serius pemerintah daerah.
Kendati demikian, komisi itu tidak menampik jika anjal dan gepeng yang berkeliaran di pinggir jalan dan lampu merah di Karawang berasal dari luar Karawang. Karenanya, untuk itupun pemda harus lebih aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah tetangga guna membicarakan persoalan para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) ini. 
"Mereka juga para gepeng dan anjal tidak sedikit berasal dari luar Karawang. Makanya Pemda Karawang perlu menjalin kerjasama kemitraan degan Pemda-Pemda dimana para gepeng dan anJal tersebut berasal
," papar anggota Komisi A DPRD Ahmad Fajar, kepada Radar Karawang Rabu (31/1).
Saat ini, terang Fajar, perubahan yang berlangsung di Karawang terkesan begitu cepat. Bahkan dibarengi dengan perubahan tata kotanya. Mestinya inipun bisa jadi pemicu pemerintah daerah untuk bersikap lebih peka. Sehingga nantinya tidak tertinggal oleh pembangunan di daerahnya sendiri. "Perubahan tatanan kota di Karawang, harus menjadikan Pemerintah Daerah membuka mata dan telinga, terutama untuk mencermati bagian-bagian yang menjadi tangung jawabnya," tandas Fajar.
Artinya bukan hanya persoalan pembangunan saja tetapi fenomena sosial yang terjadi pun menjadi bagian dari penataan kota. Seperti keberadaan para anjal dan gepeng. Memang, sering juga terlihat gepeng dan anjal yang terjaring razia Satpol PP tidak lama kemudian sudah kembali berpetualang di jalan raya. Satpol PP sendiri menolak untuk dipersalahkan dengan alasan Satpol PP hanya sebatas melakukan penertiban sedang pembinaannya bagian Dinas Sosial. "Sampai sekarang Dinsos terus beralasan belum punya rumah singgah, padahal rumah singgah itu penting peranannya untuk melakukan pembinaan gepeng dan anjal," ungkap Kabid penegakan perundang undangan, Agus M, belum lama ini.
Agus berharap setelah pihak Satpol PP melaksanakan penegakan hal itu bisa kembali kepada tufoksi masing-masing. "Gepeng itu penertibannya harus bersinergis. Kalau kita Satpol PP tufoksinya penertiban perda K3 yang kemudian dengan pemberdayaannya itu ada Dinas sosial apakah sudah dilakukan atau belum setelah digiring ke Dinsos," paparnya.
Lanjut Agus, hal itu tinggal dari Dinsosnya seperti apa tindakanannya, namun kenyataan di lokasi kebanyakan balik lagi dengan alasan belum punya rumah singgah yang akhirnya dibebasin lagi kejalanan. "Artinya harus ada dorongan kuat dari Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang, khususnya Dinsos. Dengan kejadian bertambahnya orang gila kalau akan seperti apa jika hanya ditangkap tapi tidak dibina akan seperti apa, nangkap saja mah gampang," pungkasnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template