Dua Lansia Tinggal di Gubuk Reot - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dua Lansia Tinggal di Gubuk Reot

Dua Lansia Tinggal di Gubuk Reot

Written By Mang Raka on Senin, 12 Februari 2018 | 16.22.00

Malam Kedinginan, Siang Kepanasan

TIRTAMULYA, RAKA - Memprihatinkan. Hidup miskin dialami Unin (68) bersama istrinya Icih (58), warga Kampung Maja RT 09/05, Desa Karangsinom, Kecamatan Tirtamulya, membuat mereka terpaksa tinggal di gubuk derita seluas 5x2 meter. Selama ini, keinginan agar bisa tinggal di rumah yang layak hanya cukup tergambarkan diimpiannya, tanpa tahu kapan akan bisa memilikinya.
Berdasarkan pantauan Radar Karawang di kediamannya, Minggu (11/2) kemarin, rumah sepasang suami istri itu hanya terbuat dari bambu, tempat tidur beralaskan tikar, serta kamar mandi yang sangat sempit, sangat menyesakan. Agar dapur tetap ngebul, mereka melakukan berbagai pekerjaan serabutan untuk menyambung hidup. "Ingin sekali punya rumah kayak orang-orang di kampung ini, bisa layak untuk ditempati. Ya mungkin ini mah impian Abah saja yang kayaknya tidak bisa terwujud," ungkap Unin.
Meski sudah berpuluh tahun tinggal di gubuk itu, kondisi mereka luput dari perhatian pemerintah. "Pemerintah hanya sebatas janji untuk memfasilitasi. Dari tahun 2015 juga kalau enggak salah sampe sekarang hanya iya akan dibantu, tapi tidak pernah jadi. Abah mah tidak begitu berharap, mungkin ini sudah jalannya, Abah iklas ngejalaninnya," ujarnya.
Masih dikatakan Unin, tempat tinggalnya masih menumpang di lahan milik orang lain. Namun, harapan bisa mempunyai kediaman lebih baik sangat diharapkannya. "Ukuran rumah Abah lebar 2 meter dan panjang 5 meter. Abah pengen banget ngerasain tidur di rumah yang tidak harus kedinginan kalau malam, dan kalau siang tidak kepanasan. Kayaknya enak kalau punya rumah kaya gitu," ucapnya.
Tokoh pemuda Kampung Maja RT 09/05 Desa Karangsinom, Suradi Sotan Sobari (23), mengatakan, melihat kondisi kediaman serta kehidupan pasangan suami istri kurang mampu itu, seharusnyamendapat respon dari pemerintah. "Saya harap aparatur Desa Karangsinom membuka pintu hati nuraninya, jangan tutup mata dan telinga, untuk pura-pura tidak tahu kondisi warganya," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Karangsinom Eneng Ahyat belum berhasil dikonfirmasi. Sambungan telepon maupun pesan singkat belum dibalas.  (ian)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template