Diguyur Hujan Setiap Hari - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Diguyur Hujan Setiap Hari

Diguyur Hujan Setiap Hari

Written By Admin Raka on Selasa, 06 Februari 2018 | 12.00.00

Jalan di Tempuran Putus, Cibeet Meluap

TEMPURAN, RAKA - Hujan yang mengguyur tiga hari terakhir membuat runyam pola tanam di sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang. Bukan hanya itu, luapan air sungai juga sempat memutus jalan antarkampung, dan merendam rumah warga.
Pantauan Radar Karawang, selain Kecamatan Telagasari, Kecamatan Tempuran menjadi lokasi terparah terdampak banjir, bahkan nyaris memutus akses jalan Lemahmukti-Tempuran akibat luapan sungai Kali Lamaran, yang muaranya juga ke Cibulan-bulan. Sementara di Cilamaya Wetan, Kali Maryamah yang belum dua tahun dinormalisasi, tetap meluap ke pemukiman warga dan merendam puluhan hektare sawah.
Tokoh petani Tempuran asal Desa Tanjungjaya, H Warta mengatakan, sawah di Tempuran nyaris tidak akan tertolong dan terancam tanam ulang. Pasalnya, banjir di sejumlah desa diprediksi tidak akan reda dalam waktu lebih dari dua hari, utamanya di Desa Jayanegara, Purwajaya, Tanjungjaya dan Pancakarya. "Saya tunda persemaian dulu, karena sawah saya di Kalen Kalong juga banjir," katanya kepada Radar Karawang, kemarin.
Kasie Trantib Desa Jayanegara Agus mengatakan, di desanya 200 hektare sawah terendam banjir selama dua hari terakhir. Bahkan 70 hektare diantaranya sudah ditanami padi. Terparah, terjadi di Dusun Pulomas RT 06/03. Akses jalan dari Ciketeng Pulomas terisolasi akibat genangan air yang juga sampai limpas ke atas jalan coran. "15 unit rumah warga juga ikut terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 15-30 sentimeter," ungkap Agus kepada Radar Karawang, Senin (5/2) kemarin.
Penyebab banjir, sebut Agus, akibat meluapanya sungai Kali Lamaran yang muaranya sampai ke Cibulan-bulan. Selain ada yang masih dangkal, saluran air yang sempit juga tersendat. Pihaknya berharap Pemkab Karawang bisa mengganti benih dan bantuan modal ulang paska banjir, khususnya bagi petani yang sawahnya terendam. "Banjirnya jadi tontonan, soalnya sawah seperti disulap jadi lautan. Ada yang mancing dan berselfie ria," katanya.
Sedangkan di Desa Rawagempol Wetan, Kecamatan Cilamaya Wetan, luapan Sungai Maryamah merendam tiga dusun. Rinciannya, di Dusun Rawagempol RT 13, 24, 15, 16, 17, air diprediksi meninggi jika hujan masih mengguyur. Begitupun Dusun Rawabebek RT 19 dan 21 hingga Dusun Jeruksimer RT 7, 10 dan 11, air sudah menggenang pelataran rumah warga setinggi 50 sentimeter. "Lokasi rumah warga yang lebih rendah dibanding Kali Maryamah, memperparah keadaan. Tercatat 120 rumah terendam banjir," ungkapnya. 
Sementara di Karawang bagian selatan, hujan deras yang terus mengguyur membuat Sungai Cibeet meluap. Warga di hilir terutama Desa Karangligar diminta waspada, meski tinggi permukaan air masih dalam keadaan normal. "Debit air Sungai Cibeet alami kenaikan volume tingkat kedatangan air sampai 100 hingga 200 kubik per menit, tadi pagi sekitar jam 06.10, Senin (5/2)," ungkap Alan (33), petugas pintu bendungan Cibeet.
Sejauh ini, kata Alan, kondisi bendungan masih aman. Terlebih, kini bendungan pintu sudah direnovasi sehingga keamanan cukup terjamin. Namun warga yang sering kebanjiran harus tetap waspada.   
Di tempat terpisah, Sekcam Telukjambe Barat H Artha SH mengakui sudah berkoordinasi dengan semua pihak, agar meminimalisir dampak dari bencana banjir. "Kami juga sudah berkoordinasi dengan kepala Desa Karangligar, sejauh ini semua sudah siap. Dan saya berharap banjir tidak terjadi," tutupnya.
Kadis Pertanian Karawang Hanafi Chaniago saat dikonfirmasi jumlah keseluruhan sawah yang terendam banjir, dia mengaku masih didata pihak UPTD dan penyuluh di lapangan, dan sejauh ini pihak dinas belum menerima laporan. "Masih didata, kita belum menerima laporan," katanya. (rud/yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template