Desa Sukamerta Kewalahan Atasi Sampah Irigasi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Desa Sukamerta Kewalahan Atasi Sampah Irigasi

Desa Sukamerta Kewalahan Atasi Sampah Irigasi

Written By Mang Raka on Minggu, 11 Februari 2018 | 13.00.00

RAWAMERTA, RAKA- Semakin tegas pemerintah desa menertibkan sampah di tanggul irigasi. Setelah sebelumnya spanduk dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) tak diindahkan masyarakat yang membandel, giliran Pemerintah Desa Sukamerta memasang spanduk larangan pembuangan sampah di tanah milik pengairan. Namun, meskipun sampah tersebut berada di tanah pengairan. Pihak Desa Sukamerta yang harus bertanggung jawab membiayai pengangkutan sampah tersebut. Padahal, saat tanah tersebut disewakan, pihak pengairan sendiri yang menerima dana.
Menurut Kepala Dusun Krajan 1 Desa Sukamerta, Amir Mahmud, dirinya tidak akan segan-segan terhadap masyarakat yang membandel membuang sampah sembarangan. Karena dalam tulisan spanduk sudah tertera Undang-undang dan dendaanya. "Pokoknya kalau saya melihat langsung orangnya, saya seret ke desa," tegasnya, kepada Radar Karawang, Kamis (8/2) kemarin.
Meskipun tanah tersebut merupakan tanah pengairan, namun masih di lingkungan Desa Sukamerta yang merupakan tanggung jawabnya sebagai kadus untuk menjaganya. Namun yang ia sayangkan yaitu, pembiayaan saat mengangkut dan membuang sampah yang sudah menjadi tanggung jawab pihak kebersihan, harus ditanggung oleh pihak desa. "Diangkut sama mobil kebersihan, sampai 2 kali ngangkut," ujarnya.
Dibenarkan Kepala Desa Sukamerta, Agus Hasan Bisri, untuk membersihkan sampah yang berada di tanah pengairan yang juga merupakan lingkungan Desa Sukamerta, dirinya mengerahkan beberapa masyarakat dan aparatur desa. Karena sampah tersebut sudah sangat mengganggu dan berpotensi penyakit bagi masyarakat yang berada didekatnya. "Karena ini sudah menjadi tanggung jawab kami selaku pemerintah desa untuk membersihkan lingkungan," ungkapnya.
Sedangkan ketika ada masyarakat yang ingin membangun sebuah bangunan, izin dan pembayaran harus melalui pihak pengairan. Dikatakan Edoy (32) warga Desa Sukamerta, salah seorang yang membangun bangunan di atas tanah milik pengairan. Untuk mendirikan sebuah bangunan, dirinya harus melalui  izin dari pihak pengairan. Namun pada saat ada penggususran, dirinya pun harus siap. "Ya kita izin dulu, gak sembarangan mendirikan aja," ucapnya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template