Dana BOS Rawan Diendapkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dana BOS Rawan Diendapkan

Dana BOS Rawan Diendapkan

Written By Admin Raka on Sabtu, 24 Februari 2018 | 16.30.00

KARAWANG TIMUR, RAKA - Bank Jabar Banten (bjb) disebut-sebut sebagai pihak yang mempersulit pencairan Dana Bos bagi 250 Kepala Sekolah Dasar periodesasi Januari lalu. Saat ini santer kabar bank bjb yang menghinpun sirkulasi keuangan pegawai negeri sipil itu, memilih pencairan subsidi pemerintah itu ditarik oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, dan mendistribusikannya langsung ke sekolah yang status kepala sekolahnya kadaluarsa.
"Bukan dinasnya yang mempersulit, tapi jelas-jelas bank bjb nya, padahal itu hak sekolah," kata Koorwilcambidik Karawang Timur H. Udin Mahpudin. Berdasarkan informasih yang didapat Mahpudin, bjb menyanggupi pencairan dana BOS bagi kepala sekolah sudah periodesasi dengan syarat tidak langsung masuk ke rekening bendahara sekolah, melainkan ditarik oleh dinas pendidikan dan didistribusikan melalui dinas langsung.
Bahkan, soal Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) BOS pada sekolah yang kepala sekolahnya periodesasi tersebut, tidak melibatkan kepala sekolahnya melainkan langsung menjadi tanggungjawab Kabid Sekolah Dasar dan Bendahara sekolah. "Wacana awal ditarik dari bjb ke disdik, jadi disdik yang akan mendistribusikan. Soal LPj jadi tanggungjawab Kabid dan Bendahara Sekolah nantinya," katanya.
Bayangkan saja sebut Udin, ada 250 kepala sekolah SD yang masuk periodesasi per Januari, ini se Karawang, jika asumsi per triwulan Rp 15 juta saja per satu SD, sudah berapa miliar uang BOS diendapkan di bjb. Karenanya, ini memamg butuh solusi cepat agar hak sekolah segera bisa dicairkan. Sehingga berbagai kegiatan yang diagendakan seperti O2SN, Try Out hingga honor guru bisa segara dilaksanakan. Apalagi soal periodesasi yang mengikuti PP Nomor 19 tahun 2017, sampai saat ini juga belum ada turunan dalam Perbupnya.
Bagkan sambung Udin, akibat kemelut ini, ia belum menerima informasi lanjutan terkait mekanisme pencairan dan solusinya, apalagi rapat Koorwil yang membahas khusus antara kepala sekolah periodesasi dengan bendahara sekolahnya pada 26-27 Februari ini, santer dikabarkan batal digelar. "Kepsek yang periodesasi Januari ini ada 250 orang, kalau satu SD saja besaran BOS Rp 15 juta, berapa miliar yang diendapkam bjb," katanya.
Marketing Komunikasi (Markom) bank bjb Karawang Sany, ketika dikonfirmasi terkait pencairan dana BOS sekolah yang kepala sekolahnya sudah periodesasi, mengaku bahwa biasanya pencairan Bos dilakukan tidak lepas atas seizin dan rekomendasi dari Dinas Pendidikan. Namun dia meminta untuk klarifikasi langsung dengan pejabatnya  langsung. "Kebetulan pejabatnya sedang tidak ada hari ini, nanti saya kabari lagi ya," katanya saat dimintai klarifikasi lanjutan.
Sebelumnya Ketua PGRI Cabang Lemahabang, Uus Usmara S.Pd menyesalkan jika dana BOS yang merupakan hak sekolah harus terhambat hanya karena kepala sekolahnya sudah periodesasi. Sebab, yang tidak periodesasi saja sudah lambat turun di triwulan pertama ini. Ia mengingatkan, bahwa Bos itu bukan operasional khusus buat kepala sekolah, sehingga ada dan tidak ada kepala sekolah sekalipun, BOS harus segera dibayarkan, baik untuk operasional honor guru, administrasi dan kegiatan sekolah. Ia berharap, dinas bisa memberikan pertimbangan soal ini, termasuk ke bjb, agar dana BOS tetap bisa cair. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template