Biayai Sekolah Pakai Bank Emok - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Biayai Sekolah Pakai Bank Emok

Biayai Sekolah Pakai Bank Emok

Written By Angga Praditya on Rabu, 07 Februari 2018 | 15.45.00

JAYAKERTA, RAKA- Tak hanya untuk modal usaha dan kebutuhan sehari-hari, keberadaan bank emok juga dimanfaatkan masyarakat untuk membiayai pendidikan anaknya. Masyarakat diiming-imingi dengan bunga yang rendah.
Bahiz Hakim, salah satu pengelola yayasan pendidikan di Desa Kampungsawah, Kecamatan Jayakerta mengatakan, dirinya sempat dimintai struk pembayaran biaya sekolah oleh salah satu orang tua siswa. Sekilas ia merasa senang karena beranggapan bahwa pembayaran anak didiknya bisa dilunasi. Namun setelah orang tua siswa ditanya, ternyata pembayaran tersebut didanani oleh bank emok dengan jaminan lebih rendah untuk pendidikan. “Saya awalnya senang dong, bayaran siswa bisa langsung dilunasi. Dan ternyata di galang oleh bank emok, jadi miris. Tapi mantap juga sistemnya,” akunya, kepada Radar Karawang.
Lebih lanjutnya, ia sendiri mengetahui jika bank emok akan diberantas oleh Pemkab Kabupaten Karawang. Namun dengan sistem mereka yang bisa beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan, kayanya bukan hal mudah untuk bisa memberantas bank emok. Adapun ketika dirinya mendapat aduan dari salah satu orangtua siswa, pemerintah bisa memberikan solusi yang tepat untuk masyarakat, ketika masyarakat membutuhkan dana cepat. Pasalnya, keberadaan bank emok di nilai cukup mudah untuk mendapatkan biaya yang dibutuhkan oleh masyarakat. “Ya kalau mau bank emok di hapuskan, pemerintah bisa memberikan solusi bagi masyarakat, intinya bisa memberikan kemudahan bagi masyarakat saat membutuhkan dana cepat,” ujarnya.
Di tempat berbeda, Yusuf Akbar, pendamping desa mengatakan, pemberantasan bank emok di nilai langkah yang tepat. Namun harus diimbangi dengan solusi dari pemerintah. Adapun jenis solusi yang bisa dilakukan oleh pemerintah melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), mayortitas masyarakat menganggapnya dana hibah pemerintah yang kemudian tidak dibayarkan lagi setelah masyarakat meminjam ke BUMDes. Hal tersebut ia kemukakan setelah banyak mendengar keluhan dari para kepala desa. “Banyak kades yang mengeluhkan dengan masyarakat yang tidak membayar simpan pinjam, karena masyarakat menganggap bahwa dana simpan pinjam dari BUMDes itu dana hibah,” katanya.
Makanya, lanjut Yusuf, perlu adanya penjelasan dan pengetahuan tentang regulasi simpan pinjam tersebut kepada masyarakat, agar anggapan dana hibah yang selama ini tertanam di benak masyarakat bisa berubah. Dirinya mengaku perlu adanya ketegasan dari masing-masing Kepala Desa agar semua bisa menjalankan dana simpan pinjam BUMDesnya dengan baik. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template