Berikan Kebebasan Siswa Memilih Komunitas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Berikan Kebebasan Siswa Memilih Komunitas

Berikan Kebebasan Siswa Memilih Komunitas

Written By Admin Raka on Selasa, 27 Februari 2018 | 15.15.00

KUTAWALUYA, RAKA- Program konsep multi intelegensi, diwujudkan di  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Perbankan Indonesia. Program tersebut merupakan program yang dinilai mampu mengembangkan kemampuam siswa. Artinya, seorang tenaga pendidik dituntut untuk memahami serta mengetahui karakter siswa dengan kejelian intelengensinya membaca bakat yang di miliki oleh siswa.
Menurut Kepala SMK Perbankan Indonesia, Bambang Pranowo, ketika siswa dalam keadaan usia produktif untuk belajar, siswa diberikan kesempatan dan difasilitasi sesuai dengan bakat dan kemampuannya sejak kecil, yaitu diberikan pembinaan keterampilan yang ada pada dalam diri siswa. "Saat siswa belajar, siswa tidak harus dipaksa mengerti semua penjelasan yang diberikan, justru kita para guru yang harus lebih dulu mengetahui apa kebutuhan yang bisa mendorong semangat belajarnya," terang Bambang kepada Radar Karawang, Senin (26/2) kemarin.
Seperti yang ia tanamkan di SMK Perbankan Indonesia, yaitu dengan memperbanyak komunitas di lingkup sekolah, mulai dari komunitas seni, olah raga, dan komunitas akademik tentunya. Hal tersebut dimaksudkan, agar siswa bisa memilih apa yang menjadi keinginannya, sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing siswa. "Yang diwajibkan itu siswa mengikuti komunitas, bukan memilihkan komunitas untuknya. Biarkan mereka memilih sendiri komunitas yang telah kita persiapkan. Sekolah mesti mengarahkan siswa dan memberikan ruang kepada siswa untuk menampilkan bakatnya," ujarnya.
Menurutnya, hal tersebut disebutnya dengan skilltakuler, yaitu kemampuan atau skill yang spektakuler. Selanjutnya, siswa tidak cukup hanya dengan pembelajaran, pelatihan menjadi langkah selanjutnya agar keilmuan yang mereka dapatkan dari hasil belajar, bisa nempel dan menjadi kebiasaan. Seperti halnya pembelajaran PPKN dan bisnis. "Tak cukuo belajar di ruang kelas, namun harus di dampimgi dengan pelatihannya," katanya.
Adapun tantangan paling berat bagi pendidikan yaitu melemahnya kemampuan seorang guru, sedangkan keadaan siswa terus berkembang dan kompleks sesuai zaman. Seorang guru harus bisa mengikuti mengikuti dinamika yang terjadi di lingkungan pergaulan siswa. "Kita harus bisa mengikuti perkembangan siswa, agar bisa mengimbangi perkembangan siswa," ucapnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template