Bank Emok Diusir, Larangan Bupati Mulai Berlaku - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bank Emok Diusir, Larangan Bupati Mulai Berlaku

Bank Emok Diusir, Larangan Bupati Mulai Berlaku

Written By Admin Raka on Rabu, 14 Februari 2018 | 16.30.00

Meski sudah dilarang keberadaannya oleh Bupati Karawang, namun sejumlah bank emok masih tetap beroperasi di wilayah Kotabaru. Muspika Kotabaru akhirnya menutup paksa keberadaan bank emok yang ada di Perumahan Pondok Mekar Indah (PMI) II, Desa Pangulah Utara.
Pantauan di lapangan, bank emok atau koperasi ilegal yang ada di wilayah perumahan PMI tersebut bernama KSP Fajar Mandiri, KSU Asia Mandiri, KSU Jaya Bersatu, KSU Rap Hita Jaya, KSP Lewis Makmur Damrun. Langkah yang dilakukan Muspika Kotabaru adalah agar para pengurus atau pegawai bank emok tersebut untuk segera meninggalkan wilayah Kotabaru.
Warga Perumahan Pondok Mekar Indah (PMI) II Desa Pangulah Utara, Krisna menyampaikan, sebelum koperasi yang ada di komplek perumahannya tersebut diusir, maka warga tidak akan merasa tenang. Oleh karenanya dia meminta agar pemerintah melakukan langkah tegas. "Sebenarnya kecewa sih ada, karena keinginan kami itu, hari ini juga koperasi ini diusir. Tapi karena ada yang menyanggupi untuk bertanggung jawab, jadi warga memberikan waktu sampai hari Sabtu. Kalau sampai batas waktu yang ditentukan tidak juga pergi. Maka warga yang akan mengusirnya," ujar Krisna, kepada Radar karawang di lingkungan perumahan PMI II, Selasa (13/2).
Dilokasi yang sama, Ketua RW 04 Perumahan PMI II Yopi S mengatakan, keberadaan bank emok itu jelas sangat merusak kehidupan sosial masyarakat. Maka wajib hukumnya pemerintah membubarkan rentenir berkedok koperasi tersebut, terlebih Bupati Karawang juga sudah mengeluarkan larangan. "Sampai sekarang masih ada yang berativitas, jadi khawatirnya warga tidak tertahan. Saya minta agar Muspika Kotabaru langsung saja mendatangi lokasi," ujarnya.
Dia menambahkan, kemunculan rentenir berkedok koperasi di wilayah perumahan PMI II diharapkan tidak kembali terjadi. Karena selain dapat memperkeruh lingkungan akan banyak persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. "Jadi kami berharap sekali, tidak ada lagi koperasi yang bermunculan di lingkungan kami," ucapnya.
Sementara itu, penanggung jawab perwakilan koperasi yang berada di Perumahan PMI II, Jhon Roni Manalu, memastikan secepatnya keberadaan koperasi yang ada di perumahan tersebut segera meninggalkan lingkungan perumahan. Akan tetapi, untuk sementara waktu diharapkan warga memberi waktu untuk para pemilik koperasi melakukan beres-beres barang yang mereka miliki. "Kami pastikan hari Minggu kegiatan koperasi sudah tidak ada, karena kami juga butuh waktu untuk membereskan barang-barang, jadi minta waktunya," katanya.
Meski koperasi yang ada di perumahan PMI II ada lima, namun dirinya hanya bertanggung jwab untuk tiga koperasi saja, karena untuk dua koperasi lainnya dia sendiri tidak mengetahui siapa pemiliknya. "Saya bertanggung jawab untuk KSP Fajar Mandiri, KSU Asia Mandiri, KSU Jaya Bersatu saja. Untuk KSU Rap Hita Jaya, KSP Lewis Makmur Damrun saya tidak ikut bertanggung jawab," ucapnya.
Camat KOtabaru Dedi Setiadi menambahkan, persoalan keluhan warga terhadap keberadaan koperasi bodong yang sudah bermunculan banyak diwilayah perumahan PMI II, sudah dilakukan tindakan tegas untuk segera menutupnya dalam waktu dekat ini. Hal ini dikarenakan ketidak inginan warga di perumahan tersebut atas keberadaan koperasi itu. "Jadi kalau untuk yang 2 koperasi KSU Rap Hita Jaya, KSP Lewis Makmur Damrun, memang ini kebijakan kami dari kecamatan langsung menutupnya, karena jelas mereka bodong tidak ada izin, yang ada saja kita usir apalagi yang tidak ada," katanya.
Dia menegaskan, kedatangannya dengan mendatangi lokasi keberadaan sejumlah koperasi tersebut, merupakan upaya untuk melakukan monitoring dan evaluasi tegas, agar sejumlah pemilik koperasi tidak lagi buka dan melakukan aktivitas. "Jadi nanti jangan sampai ada muncul lagi persoalan yang sama, karena perintah dari atasan juga harus dibubarkan," pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template