Balita Pasirtalaga Lahir Sumbing - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Balita Pasirtalaga Lahir Sumbing

Balita Pasirtalaga Lahir Sumbing

Written By Admin Raka on Kamis, 01 Februari 2018 | 16.30.00

TELAGASARI, RAKA - Syifauna Salsabila  (17 hari) bayi malang putri Asep Jamhudin warga Dusun Pasirtalaga RT 11/03 Desa Pasirtalaga Kecamatan Telagasari, agaknya tidak seberuntung kakaknya. Kalau sang kakak lahir sempurna dia justru dilahirkan di RS Fikri Klari dengan bibir langit-langit atasnya sumbing.
"Kita pasrah saja, sambil berupaya agar anak saya bisa dioperasi," ucap Asep Jamhudin, Rabu (1/2) kepada Radar Karawang. Lebih lelaki yang bekerja di toko meubel dengan gaji Rp  sejuta sebulan itu menambahkan, dirinya berterimakasih atas upaya pihak Puskesmas dan Pemerintah Kecamatan yang sudah menengok anaknya dan memfasilitasi operasi kedepan, bahkan lebih dari itu, Pemerintah Desa juga ikut membantu menjembatani uang operasional selama operasi di RS nanti.
sementara dokter UPTD Puskesmas Telagasari Eneng Sukmawati mengatakan, bibir sumbing yang diderita Syaufi SalSabila sejak lahir belum bisa disimpulkan dugaan penyebabnya. Biasanya, sebut Eneng, kelainan yang disebut Ladio Palatosisi ini disebabkan oleh faktor virus atau kekurangan vitamin saat masa kehamilan, atau juga bisa karena pembelahannya dari cromosom yang tidak sempurna. Virus Tokso Plasmosis (TORCH) ini, bisa disebabkan konsumsi makanan yang kurang matang, kotoran dan bakteri yang menempel dimakanan yang dikonsumsi ibu hamil, itu bisa dicek sebenarnya di RS besar dengan bjaya yang memang tidak murah. "Kita belum bisa simpulkan apa yang menjadi penyebabnya, tapi itu biasanya di picu virus sejak masa kehamilan," katanya.
Lebih jauh Eneng menambahkan, Syifauna yang kondisi mengkonsumsi susu formula harus dengan selang NGT karena kesulitan menelan makanan, memang disaranjan agar di operasi ke ahli bedah plastik. Itupun tidak akan rampung dalam satu kali operasi, karena minimalnya harus sampai 3 kali operasi, sehingga nantinya ada tarikan dari langit-langitnya untuk sedikit menstabilkan bibir sampai bisa mengkonsumsi makanan secara normal.
Eneng berharap apa yang terjadi itu jadi pelajaran bagi ibu-ibu hamil agar mencukupi asupan makanan, bergizi dan matang, termasuk ikuti tersu kegiatan kelas ibu hamil, cek ke Posyandu maupun konsultasikan segala sesuatunya dengan optimal. "Disarankan untuk di operasi sih, minimal 3 kali operasi untuk menormalkan langit-langit agar bisa konsumsi makanan dengan baik," ucapnya.
Kepala UPTD Puskesmas Telagasari, Asep Saepul Bahri S.Km mengatakan, pihak Puskesmas siap fasilitasi kendaraan dan bidan desa untuk mengantar setiap kali operasi, apalagi kepesertaan di BPJS keluarga dari balita ini juga masih aktif. Menurut rencana, disarankan pihak keluarga agar membawa bayinya ke RSHS Bandung, namun karena ada keluarganya di Jakarta, rujukannya hendak dipindahkan ke RS Cipto Mangunkusumo.
Asep berharap, proses operasi bisa berjalan dengan lancar, disamping Pemerintah Desa melalui PKK juga siap ngencleng untuk menambah biaya operasional keluarga Salsabila ini saat di Rumah Sakit. Rabu pagi 31/1, pihaknya menjenguk balita di Pasirtalaga ini bersama Camat, diharapkan memang sambung Asep, pelayanan dan akses yang ditempuh baik proses di BPJS dan Rumah Sakit bisa terus dikoordinasikan dengan pihaknya. "Kita menjenguknya dan menyampaikan kesanggupan untuk memberibfasilitas kendaraan maupun Bidan desa untuk mengantar yang bersangkutan Operasi di Jakarta saat waktunya nanti," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template